Pelantikan Bantara Kekerasan dalam Kekeluargaan

Jum’at 15 september 2017, Pramuka SMA Al Muttaqin akan kembali melantik siswa-siswinya menjadi anggota bantara. Untuk tahun ini, calon bantara bertambah banyak. Dua kali lipat lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

Untuk pelantikan Bantara tahun ini, akan diadakan di pemandian air panas citiis. Letaknya yang cocok dan tempatnya yang nyaman membuat Citiis menjadi pilihan utama diselenggarakannya pelantikan Bantara. Pemandian ini terletak di Kampung Kedung, Desa Padakembang, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Sekitar 15 kilometer atau satu jam perjalanan dari SMA Al Muttaqin tercinta.

Perjalanan diawali dengan pengecekan barang dan logistik kelompok seperti tenda, tali, kompor, logistik makanan, dan barang bawaan calon Bantara. Selanjutnya dinaikan ke atas truk. Pukul setengah dua siang, setelah semua logistik dikumpulkan, setelah semua peralatan dinaikan ke atas truk, truk segera meluncur menuju pemandian air panas Citiis.

“Sebenarnya untuk jalan menuju citiis sudah tidak asing, ya… soalnya memang hampir sama kayak ke Galunggung. Cuma di jalan Cisinganya saja berbelok ke kiri lalu masuk ke jalan di sebelah kanan yang ada masjid besar disana.”

Sesampainya digerbang Citiis, peserta pelantikan segera turun dan memunguti barang pribadi mereka. Tidak lupa, panitia juga ikut memunguti barang milik kelompok karena perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer dengan trek aspal nanjak dan bebatuan di sampingnya.

Sore hari di Citiis, tiga tenda pramuka sudah berdiri tegak membentuk formasi L. Adalah peserta bantara yang dengan cekatan mendirikan tenda itu. Mungkin karena sudah biasa juga siih ya, makanya jago.. hehee

Kegiatan malam, inilah yang ditunggu-tunggu baik oleh panitia ataupun peserta pelantikan. Kegiatan seperti pengetesan SKU, makan ala militer, sampai simulasi penjagaan amanah dilakukan pada malam hari sampai pukul sebelas malam. Tapi tentu saja ini semua dilakukan atas dasar pendidikan dan memang semua peserta pelantikan juga tahu jenis kegiatannya.

“Rame, seru, emang dari awal udah tau pasti digituin sih. Cuman gimana yaa, ekspektasinya tuh ternyata lebih kejam dari yang dibayangkan. Tapi malah seru. Diawal sempet sih males-males gimanaa gitu, tapi pas udah disana malah jadi gak mau udahan.” Ucap Devitha, salah satu peserta pelantikan Bantara.

Kegiatan malam ditutup dengan acara nyebur ke kolam air panas dan berdiri di depan api unggun. Prosesi pelantikan Bantara berjalan khidmat. Dipimpin langsung oleh pembina pramuka SMA Al Muttaqin yaitu Jenal, S.H.I.

Pada akhirnya, pagi itu, setelah semua peserta pelantikan sudah resmi menjadi Bantara, setelah semua peserta semalaman dites dan dikerjain oleh panitia yang notabene teman satu angkatannya, pagi itu semuanya kembali tertawa bersama. Mereka seakan lupa dengan kejadian semalam yang sempat jengkel kepada panitia. Mereka juga bisa menerima apa yang dilakukan panitia karena sekali lagi, itu hanyalah bentuk pendidikan.

Diakhir acara, pagi itu semuanya kembali seperti semula. Hal ini dibuktikan saat makan pagi, semuanya makan bersama dalam satu wadah tanpa ada batasan antara panitia dan peserta. Inilah yang dimaksud dengan kekerasan dalam kekeluargaan. Kekerasan yang dilakukan dalam rangka pendidikan.

Salam pramuka!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *