Mutu Pendidikan

Oleh Drs. Jenal Al Purkon, M.Pd.

Pengertian mutu memiliki konotasi yang bermacam-macam tergantung orang yang memakainya. Kata mutu diambil dari bahasa latin “Qualis” yang artinya what kind of (tergantung dengan kata apa yang mengikutinya).

Pengertian mutu sendiri menurut Deming ialah kesesuaian dengan kebutuhan. Sedangkan menurut Juran, mutu ialah kecocokan dengan kebutuhan. Sallis (2003) mengemukakan bahwa mutu adalah konsep yang absolut dan relatif.

Mutu yang absolut adalah mutu yang mempunyai idealisme tinggi dan berstandar tinggi yang harus dipenuhi, dengan sifat produk bergengsi yang tinggi. Sedangkan mutu relatif adalah sebuah alat yang sudah ditetapkan dan harus memenuhi standar yang telah dibuat.

Definisi pendidikan menurut undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional atau Sisdiknas, pasal 1 ( ayat 1 dan 4), bahwa “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, akhlak mulia, pengendalian diri, kecerdasan, keperibadian, serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya, masyarakat, bangsa dan juga negara.”

Sedangkan menurut Husaini Usman (2006:7), bahwa “Peserta didik adalah anggota dari masyarakat yang berusaha mengambangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jenjang, jalur, dan jenis pendidikan.”

Mutu di bidang pendidikan meliputi 4, yakni mutu input, proses, output, dan outcome, yaitu Input pendidikan dinyatakan bermutu apabila telah berproses.

Proses pendidikan bermutu jika mampu menciptakan suasana yang aktrif, kreatif dan juga menyenangkan.
Output dinyatakan bermutu jika hasil belajar dalam bidang akademik dan nonakademik siswa tinggi.

sementara itu, outcome dinyatakan bermutu apabila lulusan cepat terserap di dunia kerja, gaji yang wajar, dan semua pihak mengakui kehebatannya lulusannya dan merasa puas.

Dengan berorientasi pada empat peningkatan mutu di atas, eksistensi sekolah bukan sekadar lembaga pendidikan dan pembelajaran saja, melainkan juga menjadi lembaga profesional dalam meningkatkan jasa pelayanan pendidikan. bagi semua stakeholder.