{"id":1255,"date":"2021-01-11T12:39:01","date_gmt":"2021-01-11T05:39:01","guid":{"rendered":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/?p=1255"},"modified":"2021-01-11T12:39:01","modified_gmt":"2021-01-11T05:39:01","slug":"persepsi-siswa-sekolah-menengah-atas-di-pulau-jawa-terhadap-pemberlakuan-home-learning-di-masa-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/2021\/01\/11\/persepsi-siswa-sekolah-menengah-atas-di-pulau-jawa-terhadap-pemberlakuan-home-learning-di-masa-pandemi-covid-19\/","title":{"rendered":"PERSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI PULAU JAWA TERHADAP PEMBERLAKUAN HOME LEARNING DI MASA PANDEMI COVID-19"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>\u00a0<a href=\"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Screenshot_2021-01-11-12-31-00-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1256\" src=\"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Screenshot_2021-01-11-12-31-00-1-205x300.png\" alt=\"\" width=\"205\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Screenshot_2021-01-11-12-31-00-1-205x300.png 205w, http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Screenshot_2021-01-11-12-31-00-1.png 284w\" sizes=\"(max-width: 205px) 100vw, 205px\" \/><\/a><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oleh: Yanti, S.Si., M.Si<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pandemi yang disebabkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Coronavirus disease <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(Covid-19) telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk negara Indonesia. Wabah ini berdampak pada berbagai bidang kehidupan manusia, tidak hanya pada bidang kesehatan, tetapi juga bidang industri, jasa, pariwisata, ekonomi, serta\u00a0 pendidikan. Salah satu bidang yang terdampak cukup signifikan adalah bidang pendidikan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">P<\/span><span style=\"font-weight: 400\">emerintah secara terpaksa menetapkan kebijakan berupa pemberhentian kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sebagai gantinya, kegiatan belajar dan mengajar dilakukan di rumah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">home learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Home learning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di masa pandemi ini dianggap sebagai terobosan atau paradigma baru dalam kegiatan belajar mengajar, dimana dalam proses kegiatan belajar mengajar antara siswa dan guru tidak perlu hadir di ruang kelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Media pembelajaran yang dapat digunakan pada saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">home learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> diantaranya adalah media pembelajaran berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-learning. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Pembelajaran berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-learning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">memungkinkan siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara mandiri tanpa terikat oleh waktu dan tempat. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Home learning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dengan media pembelajaran berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> diharapkan dapat meningkatkan kemampuan belajar mandiri siswa terutama siswa SMA. Hal ini dikarenakan siswa SMA harus sudah bisa belajar mandiri dan siswa SMA akan melanjutkan ke jenjang berikutnya yang membutuhkan kemandirian lebih tinggi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pembelajaran berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-learning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berakibat pada perubahan budaya belajar. Terdapat komponen penting dalam membangun budaya belajar dengan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-learning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">diantaranya siswa dituntut secara mandiri dalam belajar dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar siswa mampu mengarahkan, memotivasi dan mengatur dirinya sendiri dalam pembelajaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dua siswa SMA Al Muttaqin Kota Tasikmalaya (Sylna Aini Ambarsari dan Tiara Nur Azizah) di bawah bimbingan guru pembimbing (Yanti, S.Si., M.Si)<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">melakukan penelitian untuk mengetahui persepsi siswa sekolah menengah atas terhadap pemberlakuan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">home learning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan efektivitas media <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang digunakan di masa pandemi Covid-19. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penelitian ini terdiri dari pengisian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">google form<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan wawancara berupa pertanyaan terbuka. Untuk mengetahui persepsi, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">google form<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berupa pertanyaan terbuka. Sedangkan, untuk mengetahui efektivitas media <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang digunakan, peneliti menggunakan metode wawancara terbuka yang dilakukan secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">menggunakan aplikasi zoom. Proses penelitian ini dilakukan secara dalam jaringan (daring) di rumah masing-masing peneliti. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Jumlah keseluruhan responden yang bersedia mengisi kuesioner terbuka mengenai persepsi berjumlah 133 siswa SMA <\/span><span style=\"font-weight: 400\">domisili sekolah berada di Pulau Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Persepsi siswa terhadap pemberlakuan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">home learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di masa pandemi Covid-19 diamati dari tiga aspek, yaitu kognisi, afeksi dan konasi. Aspek kognisi terdiri atas tema eksternal, internal dan netral. Sebagian besar jawaban berada pada tema eksternal, bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">home learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan alternatif\/solusi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jawaban pada tema internal berpendapat bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">home learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> itu sulit untuk difahami, bosan dan membuat sakit mata karena penggunaan gawai yang terlalu lama. Pada tema netral, mereka menjawab terdapat kelebihan dan kekurangan pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">home learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Aspek afeksi terdiri atas tema emosi positif, negatif dan tidak emosi. Sebagian besar jawaban berada pada emosi positif, mereka merasa senang dan rindu. Mereka merasa senang karena tetap dapat berinteraksi dengan temannya walaupun secara daring, mereka juga merasa rindu jika ada pembelajaran yang dilakukan secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">live teaching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> diantaranya melaui aplikasi zoom. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut persepsi yang bertemakan emosi negatif, mereka merasa hubungannya tidak sedekat dahulu, canggung, kesulitan dalam berkomunikasi, melelahkan, interaksinya kurang puas dan terkadang malas. Selain itu, ada juga jawaban yang mengatakan bahwa siswa merasa terbebani ketika berinteraksi dengan guru, dikarenakan guru-guru hanya memberi tugas kemudian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">offline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Sebagian kecil jawaban yang bertemakan tidak emosi adalah mereka merasakan hal yang biasa-biasa saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Aspek konasi terdiri atas tema antusiasme siswa, ketekunan siswa, kedisiplinan siswa dan inisiatif siswa. Menurut persepsi siswa berdasarkan tema antusiasme mereka berpendapat agar tetap berperan aktif walaupun pembelajaran dilakukan secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">home learning, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bertanya jika ada materi pelajaran yang belum difahami, diskusi dengan teman, saling mengingatkan dengan teman dan mengikuti arahan pembelajaran yang ditentukan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan tema ketekunan siswa, mereka beranggapan aksi yang dapat mereka berikan agar tetap aktif adalah dengan tetap berusaha belajar, mendengarkan guru ketika sedang menjelaskan materi dan belajar secara mandiri di lain waktu pembelajaran bersama guru. Berdasarkan tema kedisiplinan siswa, mereka beranggapan aksi yang dapat mereka berikan agar tetap aktif adalah dengan tetap disiplin, dimana siswa dapat absen tepat waktu, mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan mengumpulkannya tepat waktu dan mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum belajar dimulai. Berdasarkan tema inisiatif siswa, mereka beranggapan aksi yang dapat mereka berikan agar tetap aktif adalah dengan memotivasi diri agar terus semangat dalam mencapai sesuatu yang diinginkan, menggali dan mencari kreativitias, mencari sumber\/referensi materi dan membuat catatan\/rangkuman dari materi yang telah didapatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Efektivitas Media <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">E-Learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di Masa Pandemi Covid-19 diteliti melalui tiga pendekatan, yaitu pendekatan sasaran, sumber dan proses. Pada pendekatan sasaran, jawaban yang dihasilkan adalah siswa dapat memahami materi pelajaran apabila guru menggunakan aplikasi zoom sebagai sarana penyampaian materi, sehingga memudahkan siswa memahami materi dan juga suasana belajarnya sama seperti pembelajaran tatap muka. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pendekatan sumber menunjukkan bahwa sarana pendukung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">home learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah memadai. Pendekatan proses menunjukkan adanya kendala, namun kendala tersebut sebagian besar dapat terselesaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Peneliti menyimpulkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">home learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan alternatif\/solusi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Efektivitas media <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di masa pandemi Covid-19 cukup efektif apabila guru menggunakan aplikasi tatap muka online seperti zoom sebagai sarana penyampaian materi sehingga memudahkan siswa memahami materi dan juga suasana belajarnya seperti pembelajaran tatap muka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">(<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Dokumentasi wawancara bersama salah satu responden)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; \u00a0 Oleh: Yanti, S.Si., M.Si &nbsp; Pandemi yang disebabkan oleh Coronavirus disease (Covid-19) telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk negara Indonesia. Wabah ini berdampak pada berbagai bidang kehidupan <a href=\"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/2021\/01\/11\/persepsi-siswa-sekolah-menengah-atas-di-pulau-jawa-terhadap-pemberlakuan-home-learning-di-masa-pandemi-covid-19\/\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":1256,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1255"}],"collection":[{"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1255"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1257,"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1255\/revisions\/1257"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1256"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}