Barakallah untuk kelulusan ini 🤍
Semoga setiap ilmu menjadi cahaya dalam langkah ke depan.
Sukses dunia & akhirat, Aamiin 🤲✨
Artikel
Segenap keluarga besar SMA Al Muttaqin mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.
Di hari yang fitri ini, marilah kita saling membuka pintu maaf, membersihkan hati dari segala khilaf dan dosa, serta mempererat tali silaturahmi di antara sesama.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadan, melimpahkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan, serta menjadikan kita pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan senantiasa istiqamah dalam kebaikan.
Kami juga mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami dalam mendidik generasi yang bertaqwa, unggul, dan berprestasi.
Mohon maaf lahir dan batin.
SMA Al Muttaqin dirancang menjadi sekolah unggul dalam prestasi akademik dan nonakasemik serta memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat. Sekolah dirancang untuk mampu melahirkan generasi muttaqin yang rahmatan lilalamin.
Berdirinya Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Muttaqin Tasikmalaya merupakan refleksi dari komitmen Yayasan Al Muttaqin terhadap misinya. Salah satu misi Yayasan Al Muttaqin adalah meyediakan sumber daya manusia yang berkualitas melalui penyelenggaraan satuan pendidikan pada jalur sekolah sejak pendidikan pra sekolah hingga pendidikan tinggi, serta pendidikan jalur luar sekolah seperti majelis ta’lim, pondok pesantren dan kursus-kursus ( Anggaran Dasar Pasal 3 ).
Sejak Yayasan ini didirikan pada tanggal 14 Agustus 1988 dengan Akta Notaris Suryana, SH. No. 19, telah didirikan Raudlotul Athfal 1989, TKA, TPA, TQA pada tahun 1990, Play Group pada tahun 1999, Sekolah Dasar pada tahun 1996, dan Sekolah Menengah Pertama pada tahun 2000. Perkembangan lembaga-lembaga ini menunjukKan kemajuan yang positif. Hal ini terlihat dari indikator respon masyarakat, jumlah pelamar calon siswa baru, prestasi yang diraih oleh para siswa, serta hasil akreditasi oleh Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.
Meski belum memuaskan, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang telah diraih, telah mendorong Pengurus Yayasan untuk mendirikan sekolah pada jenjang selanjutnya. Maka, melalui surat keputusan yayasan nomor 14/A/AMT/II/2003 tanggal 4 Februari 2003 ditetapkan bahwa Yayasan akan mendirikan Sekolah Menengah Umum ( SMU) mulai tahun pelajaran 2003/2004. Dalam surat keputusan ini dinyatakan bahwa SMU yang akan didirikan haruslah memiliki keunggulan dalam prestasi akademik, akhlaqul karimah, dan penguasaan bahasa asing ( arab dan inggris).
Berdasarkan surat keputusan yayasan tersebut, Panitia Pendirian menyiapkan proposal menyiapkan proposal pendirian mengenai desain SMU yang akan didirikan seperti tujuan, visi, misi, target, strategi, model pembelajaran, dan lain-lain. Setelah melewati serangkaian pembahasan proposal bersama LPI dan Pengurus Yayasan yang dilaksanakan pada tanggal 4 dan 24 Februari 2003, akhirnya isi proposal disetujui pihak yayasan.
Setelah melewati proses persiapan berupa pengadaan/pembuatan perangkat keras dan lunak, maka Yayasan mengusulkan permohonan pendirian SMU Al Muttaqin kepada Kepala Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kota Tasikmalaya melalui surat nomor 48/A/AMT/IV/2003 tertanggal 15 April 2003. Kemudian, Kepala Kantor Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menerbitkan Surat Izin Operasional Pendirian SMU Al Muttaqin.
Pada tanggal 5 Juli 2003, SMU Al Muttaqin diresmikan Walikota Tasikmalaya saat itu Drs. H. Bubun Bunyamin dan Ketua Yayasan Ir. H. Ade Ruhyana.
Pada tahun 2005, SMA Al Muttaqin telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS) Propinsi Jawa Barat. SMA Al Muttaqin meraih nilai akreditasi “A” (amat baik) dengan nilai 91,62 melalui SK Kepala Badan Akreditasi Sekolah (BAS) Propinsi Jawa Barat No. 02.00/001/BAS/2006 tanggal 26 Januari 2006 tentang Penetapan SMA AlMuttaqin sebagai sekolah terkareditasi “A” kategori sekolah Amat Baik.
Dalam perkembangannya, akreditasi SMA Al Muttaqin terus mengalami peningkatan. Akreditasi Sekolah yang kedua dilaksanakan pada tahun 2010. Pada tahun ini, Badan Akreditasi Sekolah Propinsi Jawa Barat menetapkan SMA Al Muttaqin memiliki nilai akreditasi 98,76 kategori A, Amat Baik.
Pada tahun 2015, SMA Al Muttaqin kembali diakreditasi. Tantangan pada akreditasi tahun ini cukup komplek seiring dengan tumbuhkembangnya reputasi dan prestasi SMA Al Muttaqin sejak berdiri. Akreditasi pada tahun 2015 ini, SMA Al Muttaqin kembali bisa meningkatkan nilai kualitasnya, yakni dengan memperoleh nilaoi 99,00.
Tahun 2020, SMA Al Muttaqin diperpanjang otomatis akreditasinya. Akreditasi terakhir SMA Al Muttaqin kualfikasi A berkategori sekolah unggul.
Seiring perkembangan SMA Al Muttaqin, LPI Yayasan Al Muttaqin mengembangkan dua program persekolahan yakni boarding school (asrama pesantren) dan full day school. Perintisan program boarding diawali sekira tahun 2005 dengan menerima siswa dari luar kota. Resmi membuka program pesantren sekira tahun 2010 dengan memiliki gedung asrama pesantren yang refresentatif.
Tumbuhkembangnya SMA Al Muttaqin, baik program full day maupun program boarding, mendorong LPI Yayasan Al Muttaqin mengembangkan sekolah membangun lokasi kampus baru di kawasan pendidikan Kota Tasikmalaya, tepatnya di Jalan Siliwangi No. 99. Pada 31 Oktober 2022, resmi program full day pindah ke kampus baru. Insya Alloh mulai Juli 2024, program boarding juga akan menempati kampus baru dengan ikonik kampus bernuansa sifat nabi, Fathonah, Amanah, Sidiq, Tabligh. Kampus baru dibangun pada lahan dengan luas tapak lebih 3 hektar.
Oleh Aep Saefuloh, S.Pd., M.Pd.I.
(Literasi Q.S Al Ashr)
…
Wahai manusia pilihan …
Jangan sampai kau merugi
Beramal dengan ikhlas
Pastikan berprestasi lahir juga batin
Ingatlah waktu laksana pedang
Jika tidak kau putus dia akan memutusmu
Jika tidak dimanfaatkan kan sirna
Janganlah sampai kau rengsa
Iman yang kuat
Amal shaleh dan prestasi
Saling menasihati dalam kebaikan
Saling menasihati dalam kesabaran
Penggalan bait puisi tersebut yang membikin penasaran, akhirnya dicurahkan dalam bentuk tulisan atas apa yang terlintas dibenakku.
Hidup hanya sekali dan tak akan pernah kembali apalagi diulangi, ambilah pelajaran yang berharga atas segala sesuatu yang telah terjadi dalam hidup dan kehidupan. Yang Maha Pemilik waktu telah mengingatkan dalam Firman-Nya Surat Al ‘Ashr :
وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
yang artinya “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.
Asbabun Nuzul ayat tersebut Syaikh Muhammad Abduh menjelaskan, orang Arab jahiliyah biasa bersantai di waktu Ashar. Mereka bercengkerama dan bercanda, hingga saling menyinggung dan akhirnya terjadi perselisihan dan permusuhan. Mereka pun mengutuk waktu ashar. Maka Allah menurunkan surat ini untuk memberikan peringatan, bukan waktu ashar yang salah tetapi merekalah yang salah. Manusia akan berada dalam kerugian selama tidak memenuhi empat kriteria dalam surat ini.
Mengenai penjelasan tentang makna ‘Ashr para ulama sepakat berarti masa atau waktu, dan juga ada beberapa pendapat, antara lain :
Pertama, bila dimemaknai Al ‘Ashr itu masa atau waktu secara umum, maka itu adalah kesempatan berharga yang tidak boleh disia-siakan, bahkan kita harus bisa memanfaatkan waktu yang maksimal di alam fana ini jangan sekali-kali kita mencaci waktu seperti halnya orang jahiliyah dulu.
Kunci prestasi dalam surat Al ‘Ashr ini adalah beriman, amal saleh, saling menasehati baik dalam kebaikan maupun kesabaran. Bagaimana kita dapat menyetir iman dan amal saleh ini untuk menuju kebaikan secara simultan, ketika ada halang rintang menerpa pada kehidupan yang sedang berlangsung manfaatkan komunikasi aktif dengan sesama saudara seiman dengan cara saling mengingatkan dan saling menasehati baik dalam kebenaran maupun kesabaran.
Kedua, bila dimaknai Al ‘Ashr itu waktu ashar, maka jadikanlah waktu ashar sebagai evaluasi diri, sudah maksimalkah mengfungsikan iman pada hari ini, jangan sampai mengotorinya, sudahkah beramal saleh dan sudahkah saling mengingatkan, karena waktu ashar akan mendekati waktu magrib yang artinya pergantian hari berikutnya yang ditandai matahari hayatnya terbenam.
Ketiga, bila dimaknai Al ‘Ashr itu masa hidup Baginda Rasulullah Muhammad saw. Maka jadikanlah masanya itu suri tauladan yang utama dalam kehidupan ini, karena beliau adalah figur yang sempurna bagi kehidupan manusia, yang semua orang tidak meragukannya dan juga beliau Allah utus ke muka bumi ini sebagai rahmat bagi seraya alam (wama arsalnaaka illa rahmatan lil ‘aalamiin).
Semoga dalam kehidupan senatiasa bergantinya waktu atau masa ini berada dalam kebaikan dan senantiasa berprestasi, dan jadikanlah prestasi kehidupan ini adalah dakwah. Wallahu A’lam Wallahu Waliyu Taufik.
Oleh Nizar Machyuzaar
Sebermula lisan kemudian tulis. Namun, tradisi tulis kita masih berspirit lisan. Hal ini pernah disinggung dalam sebuah buku berjudul Kelisanan dalam Keberaksaraan (Damono) yang menelaah ihwal karya sastra yang masih belum lepas dari kuatnya tradisi lisan (sastra lama).
Inskripsi dapat dimaknai sebagai peristiwa pematrian/pembakuan wacana lisan ke dalam tulis. kontekstualisasi wacana lisan ke dalam tulis menyertakan peristiwa (penutur-petutur dan situasi yang melingkungi keduanya) dan makna (pesan). Dengan inskripsi ini, wacana lisan di dekontekstualisasi oleh tulisan dan referensi wacana lisan dan maknanya pun telah di deotonomisasi. Artinya, tulisan telah mencukupi dirinya sendiri dengan struktur gramatik bahasa sehingga menciptakan peristiwa dan makna yang tidak langsung berhubungan dengan peristiwa wacana lisan.
Otonomisasi wacana lisan melalui tulisan ini membutuhkan kepiawaian seorang penulis dalam aspek gramatikal (kaidah bahasa), suprasegmental (kode generatif tanda baca), dan stilistika (gaya/teknik pengungkapan). Dengan demikian, proses pemindahan wacana lisan ke dalam bentuk tulisan membutuhkan kompetensi bahasa yang mau takmau berhubungan dengan kode sosial dan budaya.
Sebermula lisan kemudian tulis. sedemikianlah semesta teks berlimpah menghampiri kita di era milenial dengan daya gerak teknologi informasi. Kita sedang menghadapi zaman yang senyatanya homo simbolikum (makhluk berbahasa). Dahulu, kita membuat konvensi bahasa untuk berinteraksi dengan sesama dan lingkungan. sekarang, kita justru terperangkap dalam semesta basaha. Ada yang berenang, ada yang berselancar, bahkan ada yang tenggelam dalam semesta teks. Demikianlah ikhwal sosial media. Takada jarak antarruang dan waktu.
Kemudian, ramai-ramailah kita mengonstruksi diri dari semesta teks ini. Mencari identitas diri. Bahkan, tubuh pun lancung bergerak mencari pemenuhan makna. Betapa jari-jari ini bergerak melampaui kesadaran hanya untuk bersosmed dan menemukan arti diri dengan komen dan selfie, hampir seperti mata, berkedip di luar batas kesadaran kita,
Kemudian, ramai-ramailah kita mengonstruksi diri dari semesta teks ini. Mencari identitas diri. Bahkan, tubuh pun lancung bergerak mencari pemenuhan makna. Betapa jari-jari ini bergerak melampaui kesadaran hanya untuk bersosmed dan menemukan arti diri dengan komen dan selfie, hampir seperti mata, berkedip di luar batas kesadaran kita,
Sampai di sini, saya teringat pemerintah dan rencana kurikulumnya yang menyertakan kompetensi literasi di setiap mata pelajaran. Tentu, hal ini sangat baik. Bukan hanya peserta didik yang mesti dibekali melek literasi, melainkan juga pendidik yang justru akan menjadi salah satu sumber belajarnya. Sampai di sini, saya teringat satu buku teoritis dan praktis dari Wasilah berjudul Berpikir Kritis. Hemat saya, tradisi tulis kita yang masih dibayangi oleh kuatnya tradisi lisan kita membutuhkan kecakapan dalam berpikir kritis. Termasuk memerangi hoaks.
Oleh Jenal Al Purkon, S.Pd., M. Pd.
Bagian III (Penutup: Kesimpulan dan Rekomendasi Operasional)
Tulisan ini merupakan penggalan “Bab III Pelaksanaan dan Hasil yang Diperoleh” dari karya ilmiah berjudul “Strategi FAST dalam Menumbuhkembangkan Budaya Riset Berkarakter” yang ditulis oleh Kepala SMA Al Muttaqin Tasikmalaya, Drs. Jenal Al Purkon, M. Pd.
Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Pemilihan Kepala SMA Berprestasi Tingkat Nasional 2017. Hasilnya, Kepala Sekolah SMA Al Muttaqin menjadi Juara Ketiga pemilihan kepala sekolah tingkat nasional.
Best Practice ini dilaksanakan di SMA Al Muttaqin Fullday School Kota Tasikmalaya, Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 140 Kota Tasikmalaya. Pelaksnaan best practice selama 2 semester tahun akademik 2015-2016 dan 1 semester tahun akademik 2016-2017.
Berdasarkan hasil paparan yang telah kami gambarkan dapat disimpulkan bahwa strategi FAST (Fathonah, Amanah, Sidiq, dan Tabligh) melalui langkah-langkah yang telah dilakukan di sekolah kami ternyata memberikan hasil yang optimal untuk mengantisipasi permasalahan peserta didik dan guru, sehingga kinerja sekolah dan juga prestasi para peserta didik meningkat diantaranya prestasi belajar peserta didik semakin meningkat, kelulusan memiliki kecenderungan meningkat dan kemampuan guru dalam memberikan pelajaran lebih variatif dan menyenangkan.
Setiap lulusan SMA Al Muttaqin paling sedikit memiliki satu karya penelitian. Sehingga menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka dalam membuat karya ilmiah.
Dengan FAST, lulusan yang memiliki hafalan alquran diatas target yang ditetapkan sekolah terus meningkat.
Peserta didik yang memiliki karakteristik destruktif dengan pendekatan hamilil quran, pembuadayaan tartil, tahsin alquran ada kecenderungan mudah untuk dikendalikan. Semakin kuat hamilil quran, maka semakin berkurang sikap destruktif siswa.
Walaupun banyak tantangan yang kami dihadapi baik tantangan dari dalam diri kami sendiri maupun tantangan dari luar, namun berbagai faktor pendukung yang kami miliki masih memungkinkan kami untuk terus berkembang sehingga di masa yang akan dating SMA Al Muttaqin akan terus berkembang ke arah yang lebih sempurna.
Berdasarkan hasil dari paparan yang kami telah paparkan serta kesimpulan
yang telah kami lakukan maka kami merekomendasikan beberapa hal untuk terus
tercapainya cita-cita SMA Al Muttaqin yaitu:

Oleh Aep Saefuloh, S.Pd., M.Pd.I.
Sikap pantang menyerah, bersikejar, bersikeras untuk bertahan hidup (survival) pengejawantahan kecerdasan adversity.
Hampir genap setahun corona virus 19 telah mampir di bumi tercinta Indonesia, tambah lagi kesulitan disegala bidang dan juga bencana alam yang bertubi-tubi, siapakah yang salah ?, bila merujuk kepada firman Allah swt. bahwa turun wabah dan terjadinya kerusakan baik di daratan maupun di lautan itu semua adalah ulah tanggan penghini bumi ini yaitu manusia, akhirnya dengan beragam cara semua manusia dalam menghadapinya antara lain, ada yang overprotektif (khawatir, curiga dan cemas berlebihan), ada yang biasa-biasa dan ada juga yang acuh tak acuh.
Itu semua merupakan bagian dari ritme dalam kehidupan yang harus dihadapi, keadaan hal tersebut harus dihadapi dengan arif dan bijaksana supaya tidak terjerumus ke dalam hal yang tidak diinginkan.
Dimensi spiritual dan emosional mungkin sering kita dengar bahkan faham akan pengertian itu, sebenarnya masih ingin menjelaskan lebih panjang tentang kecerdasan spiritual yang bila menghadapi suatu ujian bahkan permasalahan yang berat sekalipun tetap harus berusaha dan ikhtiar maksimal supaya apa yang diupayakan bernilai baik (lelah tapi menjadi Lillah), sedangkan kecerdasan emosional bagaimana kita bersikap sehingga berusaha dalam mengelola emosi (tidak nyaman jadi nyaman), lalu bagaimana dengan kecerdasan adversity ?.
Mengenai yang sedang dialami sekarang ini berarti sedang berada di zona serba sulit, penuh kemalangan dan sebagainya maka babak yang harus dimainkan adalah potensi dimensi kecerdasan adversity, apa itu kecerdasan adversity. Kecerdasan adversity merupakan kemampuan orang untuk mengatasi kesulitan-kesulitannya dan mampu menilai suatu hal yang sekiranya akan mendatangkan masalah untuk dirinya. Orang yang memiliki kecerdasan adversity ini mampu mengatasi permasalahan dengan baik, meningkatkan mutu diri, dan mendorong inovasi tiada henti. Orang dengan kecerdasan ini juga pantang menyerah dan tidak takut terhadap tantangan, tantangan merupakan peluang untuk menjadi lebih tinggi lagi serta bersikejar, bersikeras untuk bertahan hidup (survival).
Permasalahan yang pelik tengah dirasakan oleh semua orang termasuk bangsa kita, tapi jangan takut, cemas bahkan sedih. Bila dimensi kecerdasan adversity ini diejawantahkan dalam kehidupan dan memadankan dengan spiritual juga emosional dengan baik dan hati-hati, maka akan mendatangkan benefit atau keuntungan bahkan kepuasan batin tersendiri bagi siapa saja yang memerankannya.
Maka dengan doa yang tulus (spiritual), hati yang ikhlas (emosional) dan lejitkan ikhtiar maksimal (adversity) segala sesuatu yang menimpa kita semuanya akan berakhir dengan tenang, manis, indah dan menyenangkan lahir maupun batin, pepatah Arab mengatakan “wamaa ladzaatu illa ba’da ta’ab” tidak ada kenikmatan kecuali setelah bersusah payah (ikhtiar maksimal). Berkah buat semuanya. Amiin Ya Rabbal Alamiin.
Wallahu Waliyu Taufik
Oleh Jenal Al Purkon, S.Pd., M. Pd.
Bagian II (Selesai)
Tulisan ini merupakan penggalan “Bab III Pelaksanaan dan Hasil yang Diperoleh” dari karya ilmiah berjudul “Strategi FAST dalam Menumbuhkembangkan Budaya Riset Berkarakter” yang ditulis oleh Kepala SMA Al Muttaqin Tasikmalaya, Drs. Jenal Al Purkon, M. Pd.
Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Pemilihan Kepala SMA Berprestasi Tingkat Nasional 2017. Hasilnya, Kepala Sekolah SMA Al Muttaqin menjadi Juara Ketiga pemilihan kepala sekolah tingkat nasional.
Best Practice ini dilaksanakan di SMA Al Muttaqin Fullday School Kota Tasikmalaya, Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 140 Kota Tasikmalaya. Pelaksnaan best practice selama 2 semester tahun akademik 2015-2016 dan 1 semester tahun akademik 2016-2017.
.
3.5 Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan strategi
Berbagai upaya yang kami lakukan dalam mencapai cita-cita menjadi sekolah berprestasi dengan mengedepankan lulusan berakhlakul karimah, memiliki wawasan keislaman yang baik, tidak terlepas dari kendala-kendala yang kami hadapi.
Kendala kendala tersebut diantaranya:
3.6 Faktor-faktor Pendukung
masih memiliki keinginan untuk meningkatkan kompetensi baik melalui kegiatan pelatihan-pelatihan maupun melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan bidang yang diampunya.
3.7 Alternatif Pengembangan
Ada beberapa yang bisa menjadi alternatif untuk pengembangan sekolah dengan konsep FAST yaitu:
(Literasi dari Al Quran surat Al Alaq ayat 1)
Oleh Aep Saefuloh, S.Pd., M.Pd.I.
Berjumpa dengan Sang Khaliq Allah swt. adalah Kenikmatan Hakiki maka tembuslah dengan kekuatan Fikrun, Dzikrun dan Jasadun.
Langkah pasti untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat merupakan cita-cita seluruh kaum muslimin. Bagaimanakah apa yang harus dipersiapkan ?, tentunya persiapan yang sudah dimiliki harus dioptimalkan yaitu berupa kekuatan pada diri kita seorang muslim.
Kekuatan akan menembus batas apabila tiga kekuatan (Fikrun, Dzikrun dan Jasadun), tiga kata tersebut tersirat dalam surat Al Alaq ayat 1 yaitu إِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِكَ الَّذِى خَلَقَ .
Menurut Quraish Shihab, kata iqra’ terambil dari kata kerja qara’a (قرأ) yang pada mulanya berarti “menghimpun”. Apabila kita merangkai huruf atau kata kemudian kita mengucapkan rangkaian kata tersebut, maka kita telah menghimpunnya. Arti asal kata ini menunjukkan bahwa iqra’, yang diterjemahkan dengan “bacalah”, tidak mengharuskan adanya suatu teks tertulis yang dibaca, tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar oleh orang lain. Karenanya, kita dapat menemukan beraneka ragam arti dari kata tersebut dalam kamus-kamus bahasa, antara lain, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu, dan sebagainya, yang semuanya bisa dikembalikan kepada hakikat “menghimpun”.
Penjelasan di atas dapat memberikan stimulan dalam berliterasi bahwa makna iqra’ adalah membaca segala sesuatu yang ada dihadapan kita, baik itu berupa tulisan atau bacaan, ayat-ayat suci al-Qur’an, peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, fenomena alam, maupun dunia seisinya (alam semesta). Dan bahwa membaca tidak cukup jika dilakukan hanya sekali saja, membaca harus dilakukan secara berulang-ulang agar bisa sampai pada tingkat pemahaman yang mendalam serta membekas dalam jiwa.
Dengan demikian kata iqra’ yang jadi sasarannya yaitu otak, maka otak harus diberi nutrisi yang baik dan nutrisinya yaitu ilmu. Setelah diisi dengan ilmu yang baik maka otak akan berfungsi dengan baik dan akan menghasilkan pemahaman yang brilian dan melahirkan kekuatan berpikir (quwwatul fikri), sehingga bisa mengidentifikasi, mengklasifikasi, membandingkan, menganalisa bahkan membuktikan sesuatu.
Dengan menyebut nama Tuhanmu, artinya sebelum memikirkan dan akan melakukan semua perbuatan maka harus menggantungkan diri terlebih dahulu kepada Rabb yaitu Allah swt. tentunya ini yang menjadi sasarannya adalah hati, hatipun sama harus diberi nutrisi yang baik dan kontinyu supaya tidak gersang yaitu dzikir. Dzikir artinya ingat, maksudnya ingat kepada Allah swt. kapan, di mana dan dalam keadaan bagaimanapun, sehingga ketika akan melakukan sesuatu itu pasti akan selalu ingat kepadaNya dan dinamakan kekuatan mengingat (quwwatudz dzikri). Firman Allah swt. yang artinya :
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari adzab neraka. (QS. Ali Imran : 191).
Yang telah menciptakan, bukti yang telah Allah swt. ciptakan yaitu jasad, maka jasad pun butuh nutrisi pula yaitu makanan. Makanan yang bagaimana yaitu makan yang halal dan baik, sehingga jasad tidak loyo, semangat terus dan terus ingin beraktivitas serta produktif inilah yang dinamakan kekuatan jasad (quwwatul jasadi).
Maka tiga kekuatan di atas akan melahirkan langkah yang pasti, langkah yang berkualitas dan langkah yang benar (harakatus shahihah) yaitu langkah yang akan bisa menjadi jembatan penghubung untuk bertemu dengan Sang Khalik dan mampu menembus batas kebahagiaan yaitu surga dan berjumpa dengan Allah swt. mudah-mudahan kita termasuk di dalamnya. Aamiin Ya Rabbal Alamiin
إِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِكَ الَّذِى خَلَقَ
|
Langkah yang benar
الحَرَاكة الضَّحِيْحَةُ |
.
الْعِلْمُ |
Nutrisi akal
غِذَاءُ الْعَقْلِ |
akal
العقل |
إِقْرَأْ |
| Bacalah | ||||
| .
الّذِكْرُ |
Nutrisi hati
غِذَاءُ الْقَلْبِ |
hati
القلب |
بِاسْمِ رَبِكَ | |
| Dengan menyebut Nama Rabbmu | ||||
| .
الطّعَام |
Nutrisi jasmani
غِذَاءُ الْجِسْمِ |
jasmani
الجسم |
الَّذِى خَلَقَ | |
| Yang telah menciptakan |
Wallahu Waliyu Taufiq
Literatur terkait :