How To Be A Good Leader???

  1. 1

    Jadilah pribadi yang percaya diri meskipun ada hal-hal yang belum Anda ketahui. Berusahalah mempertahankan postur tubuh yang baiklakukan kontak matasaat berkomunikasi, dan gunakan bahasa tubuh saat ingin menegaskan hal yang penting. Tunjukkan kepercayaan diri dan andalkan kemampuan memimpin tim untuk mencapai tujuan bersama. Apabila Anda belum bisa menjawab pertanyaan, katakan dengan jujur tanpa terkesan gugup atau merasa minder.[1]

    • Bayangkan impresi yang ditangkap oleh anggota tim jika Anda mengatakan, “Saya tidak tahu” sambil menunduk dan terkesan gugup. Sekarang, bandingkan dengan impresi yang muncul saat Anda mengatakan, “Saya tidak tahu jawabannya, tetapi saya akan mencari informasi tentang hal ini dan menjawab pertanyaan Anda” sambil berdiri tegak dan melakukan kontak mata dengan orang yang mengajukan pertanyaan.
    • Ketidaktahuan bukan berarti kelemahan. Pemimpin yang tidak percaya diri dan tidak mau mengakui kesalahan bukan pemimpin yang baik.
    • Ingatlah bahwa kepercayaan diri dan arogansi adalah dua hal yang sangat berbeda. Akui dengan jujur kalau Anda tidak tahu dan jangan pernah merasa lebih hebat dari orang lain.
  2. Gambar berjudul Be a Leader Step 3
    2

    Berusahalah memperluas pengetahuan di bidang yang Anda tekuni. Apa pun jabatan Anda, manajer tim penjualan atau kepala sekolah, manfaatkan setiap peluang untuk meningkatkan pengetahuan. Pemahaman yang baik tentang subjek yang sedang dibicarakan membuat Anda lebih percaya diri dan lebih dipercaya oleh anggota tim. Menjadi orang yang mengetahui segala sesuatu adalah hal yang mustahil, tetapi mereka akan meragukan kemampuan Anda jika selalu mendapat jawaban “tidak tahu” atas setiap pertanyaan yang mereka ajukan.[2]

    • Keadaan akan semakin buruk jika Anda tidak tahu jawaban yang benar, tetapi berusaha menjawab dengan memberikan informasi yang salah. Hal ini membuat anggota tim tidak percaya kepada Anda.
    • Contohnya, sebelum menyelenggarakan kegiatan amal di sekolah untuk mengumpulkan dana, bacalah panduan penyelenggaraan acara di situs web.
    • Jika Anda mengepalai divisi produksi, pelajari secara mendetail informasi tentang produk yang dihasilkan, hadiri lokakarya pengembangan kompetensi profesional, dan bacalah artikel tentang teknologi dan program terbaru yang relevan dengan pekerjaan Anda.
  3. Gambar berjudul Be a Leader Step 9
    3

    Carilah mentor yang lebih berpengalaman. Kesempatan mengembangkan diri tetap terbuka meskipun Anda adalah pemimpin tertinggi. Carilah tokoh panutan yang memiliki kepemimpinan yang layak diteladani. Ajaklah ia minum kopi atau makan siang bersama. Tanyakan apakah ia bersedia menjadi mentor dan membimbing Anda dalam jangka panjang.[3]

    • Carilah tokoh panutan yang pernah mengatasi tantangan dan mencapai tujuan yang sama. Contohnya, jika Anda adalah wanita yang duduk di bangku SMA atau kuliah, hadiri seminar yang disampaikan oleh seorang wanita berprofesi direktur.
    • Mungkin Anda merasa sungkan untuk meminta seseorang menjadi mentor, tetapi jangan khawatir. Carilah orang yang sudah berhasil mencapai tujuan yang ingin Anda raih, tunjukkan interes pada keberhasilannya, lalu mintalah ia memberikan advis kepada Anda.[4]
    • Selain memanfaatkan kesempatan belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman, Anda sendiri harus menjadi mentor bagi anggota tim yang Anda pimpin.[5]
  4. Gambar berjudul Be a Leader Step 10
    4

    Pelajari cara mengatasi konflik. Jika terjadi pertengkaran hebat di antara anggota tim, ingatkan mereka agar belajar mengendalikan emosi. Kalau diperlukan, mintalah mereka menenangkan diri. Sebelum menentukan cara mengatasi konflik, cari tahu pemicunya.[6]

    • Berusahalah memahami perspektif setiap anggota tim yang sedang berselisih paham dan bersikaplah objektif. Ajaklah mereka bertemu untuk memikirkan jalan keluar sehingga mampu menentukan solusi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
    • Sebagai contoh, Anda memiliki bisnis percetakan iklan. Pelanggan membatalkan pesanan karena salah ketik pada draf iklan. Hal ini membuat wiraniaga marah kepada pembuat draf iklan sebab komisinya hilang lalu mereka bertengkar. Mintalah mereka berhenti bertengkar lalu menenangkan diri. Tekankan bahwa kemarahan adalah sikap yang tidak bisa diterima dan mintalah mereka menerapkan sistem baru dengan memeriksa hasil kerja dua kali agar masalah yang sama tidak terulang lagi.
    • Dalam lingkungan kerja, libatkan departemen personalia untuk mengatasi konflik antarkaryawan.

Bagian2

Menunjukkan Kepemimpinan yang Efektif

  1. Gambar berjudul Be a Leader Step 2
    1

    Bersikaplah asertif, tetapi ramah. Sebagai pemimpin, Anda harus menerapkan aturan dan batasan yang jelas. Anggota tim akan mengabaikan Anda jika tidak mampu menyeimbangkan antara otoritas dan sikap yang baik.[7]

    • Saat mengumumkan peraturan, jelaskan kepada semua anggota tim betapa pentingnya aturan tersebut. Alih-alih berteriak, “Jangan boros kertas”, katakan kepada tim, “Cetaklah dokumen yang benar-benar dibutuhkan. Biaya stasioneri terus meningkat sehingga keuntungan perusahaan menurun”.
  2. Gambar berjudul Be a Leader Step 4
    2

    Ambillah keputusan dengan tegas, alih-alih meragukan diri sendiri. Sampaikan keputusan dengan tegas, tetapi jangan bersikap otoriter. Sebelum mengambil keputusan, kumpulkan informasi sebanyak mungkin, dengarkan berbagai opini dari anggota tim, dan ajaklah mereka berdiskusi. Jika kesempatan berdiskusi sudah selesai, ambillah keputusan yang tegas.[8]

    • Sebagai contoh, Anda dan teman-teman sedang berdebat untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan nanti malam. Ketika anggota tim saling membantah dan menolak gagasan yang diajukan, seseorang berdiri lalu berkata, “Teman-teman, tindakan yang perlu dilakukan adalah _____ “. Orang yang berjiwa pemimpin mampu membaca situasi saat tim perlu diarahkan lalu mengambil keputusan yang paling tepat.
    • Meskipun pemimpin boleh mengambil keputusan sendiri, adakalanya, Anda perlu meminta masukan dari tim. Sebelum memutuskan, bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah keputusan ini akan menurunkan motivasi kerja? Apakah aku harus mengambil keputusan sekarang atau masih ada hal-hal yang perlu didiskukan dengan orang lain?”
    • Bersikaplah fleksibel dan siap mengubah keputusan jika Anda mendapatkan informasi baru.
  3. Gambar berjudul Be a Leader Step 12
    3

    Delegasikan tugas dan jelaskan deskripsi kerja kepada anggota tim sedetail mungkin. Jangan menyepelekan keberadaan tim atau menyelesaikan semua tugas sendiri. Saat melakukan pembagian tugas kepada anggota tim, sampaikan ekspektasi Anda secara mendetail dan berikan pelatihan yang dibutuhkan. Dengan demikian, Anda akan memimpin tim yang bisa dipercaya dan diandalkan karena setiap anggota mampu bekerja dengan baik.[9]

    • Contoh ekspektasi yang jelas: “Selesaikan minimal 5 proyek instalasi sesuai spesifikasi yang tercantum dalam kontrak paling lambat hari Jumat minggu ini”. Contoh ekspektasi yang tidak jelas: “Selesaikan beberapa proyek sesuai spesifikasi yang diminta oleh pelanggan”.
    • Saat memberikan pelatihan kepada anggota tim, lakukan tugas yang ingin diajarkan sambil menjelaskan setiap langkah dari awal sampai selesai. Dampingi saat ia mulai bekerja dan berikan umpan balik dengan sikap yang sopan jika ia melakukan kesalahan.

Bagian3

Mendapatkan Kepercayaan dari Tim

  1. Gambar berjudul Be a Leader Step 5
    1

    Tunjukkan respek kepada tim. Jadilah pimpinan yang mampu bersikap baik dengan tulus kepada semua anggota tim sebab mereka bisa merasakan apabila Anda sungguh-sungguh peduli kepada mereka. Dengarkan dengan sepenuh hati saat mereka memberikan pendapat, berikan pujian kepada anggota tim yang sudah bekerja keras, dan jangan mengucapkan kata-kata yang tidak sopan. Ingatlah bahwa Anda adalah pengambil keputusan. Jadi, tunjukkan perilaku yang layak diteladani oleh anggota tim sehingga mereka berperilaku seperti yang Anda harapkan.[10]

    • Bersikap respek kepada tim bukan berarti mengikuti tingkah laku mereka. Anda bertanggung jawab menentukan apa yang terbaik bagi tim.
    • Jika anggota tim berbeda pendapat dengan Anda, dengarkan argumen yang ia sampaikan lalu gunakan saran yang diberikan untuk memperbaiki keputusan Anda. Jika Anda tidak menerima saran tersebut, sampaikan bahwa Anda menghargai pendapatnya, tetapi Anda memutuskan langkah yang berbeda.
  2. Gambar berjudul Be a Leader Step 7
    2

    Penuhi janji kepada tim. Anggota tim tidak akan menghargai Anda jika Anda ingkar janji. Meskipun Anda adalah pemimpin yang karismatik dan berpengetahuan luas, anggota tim akan merasa kecewa dan tidak mau memberikan dukungan jika Anda ingkar janji.[11]

    • Agar bisa memenuhi janji, tentukan dahulu apa yang mampu Anda lakukan dan yang tidak. Buatlah janji yang realistis dan pastikan Anda menjanjikan sesuatu yang mampu Anda lakukan.
    • Sebagai contoh, jika Anda belum tahu ketersediaan dana dalam anggaran perusahaan, jangan menjanjikan kenaikan gaji kepada para staf. Jika Anda bekerja sebagai karyawan di salah satu organisasi di sekolah, jangan memastikan bahwa Anda akan menerima dana lebih besar sebelum berbicara dengan kepala sekolah atau manajer keuangan.
  3. Gambar berjudul Be a Leader Step 11
    3

    Mintalah umpan balik dari anggota tim. Saat bertemu pemimpin dalam rapat, anggota tim mungkin akan merasa terintimidasi dan tidak mau memberikan kritik membangun. Alih-alih menunggu sampai ada yang berbicara, mintalah mereka memberikan umpan balik guna memperbaiki performa Anda sebagai pemimpin.[12]

    • Jangan mengajukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban ya-tidak dengan menanyakan apakah mereka menyukai Anda atau tidak. Alih-alih, ajukan pertanyaan yang spesifik, misalnya, “Menurut pendapat rekan-rekan, apa yang perlu saya lakukan agar bisa menjadi pemimpin yang lebih baik?” atau “Tolong berikan masukan supaya saya bisa meningkatkan keterampilan berkomunikasi”.
  4. Gambar berjudul Be a Leader Step 17
    4

    Jadilah orang yang bertanggung jawab. Bersikaplah konsisten atas keputusan Anda dan tunjukkan tanggung jawab saat menghadapi konsekuensinya. Jika terjadi kesalahan, ingatlah bahwa Anda adalah pengambil keputusan. Jadi, jangan berusaha menutupi kesalahan dengan menyalahkan orang lain.[13]

    • Bayangkan Anda bekerja sebagai nakhoda kapal laut. Nasib para penumpang ada di tangan Anda dan Anda yang menentukan apakah mereka akan sampai ke tujuan atau tidak.
    • Saat tujuan tidak tercapai, pemimpin yang baik akan terus berjuang. Alih-alih berputus asa, manfaatkan kegagalan sebagai kesempatan belajar.
  5. Gambar berjudul Be a Leader Step 8
    5

    Kenakan busana yang sesuai dengan peran Anda. Penampilan bisa meningkatkan kepercayaan diri. Walau demikian, ada perbedaan antara membangun kesan melalui penampilan dan menjaga penampilan untuk memengaruhi orang lain. Hubungan Anda dengan anggota tim akan terkendala jika Anda berbusana sekadar ingin membuat orang lain terkesan atau berbusana tidak pada tempatnya.[14]

    • Contohnya, jika Anda bekerja sebagai manajer restoran di hotel bintang lima, kenakan jas dan dasi saat bekerja agar pelanggan merasa lebih dihargai dan para staf akan meneladani Anda dengan selalu berbusana rapi.
    • Jika Anda adalah siswa SMA dan menjadi ketua kelas, mengenakan kemeja atau gaun yang rapi saat menghadiri rapat akan lebih pantas dibandingkan jika Anda mengenakan celana jin yang tercabik-cabik dan baju kaus yang sudah kumal.