{"id":1169,"date":"2020-12-04T06:21:21","date_gmt":"2020-12-03T23:21:21","guid":{"rendered":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/?p=1169"},"modified":"2020-12-25T06:42:15","modified_gmt":"2020-12-24T23:42:15","slug":"cinta-karena-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/2020\/12\/04\/cinta-karena-allah\/","title":{"rendered":"CINTA KARENA ALLAH"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Cinta karena Allah adalah prioritas di atas segalanya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><a href=\"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/P-Aep-Jpg.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1170 alignleft\" src=\"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/P-Aep-Jpg-183x300.jpg\" alt=\"\" width=\"268\" height=\"439\" srcset=\"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/P-Aep-Jpg-183x300.jpg 183w, https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/P-Aep-Jpg.jpg 617w\" sizes=\"(max-width: 268px) 100vw, 268px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">\n<p style=\"text-align: left\">Oleh Aep Saefulloh, S.Pd., M.Pd.I<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Islam merupakan agama paripurna yang mecakup seluruh aspek kehidupan, baik Hablum Minalloh maupun Hablum Minannas.\u00a0Hablum Minalloh merupakan tali, hubungan ataupun perjanjian dari Allah swt. untuk hamba-Nya dalam hal ritual ibadah, sekaligus bentuk penghambaan yang dibuktikan dengan melaksnakan perintah dan menghambakan diri kepada Allah swt.\u00a0Hablum Minannas tali, hubungan atau perjanjian dari manusia pada hubungan antar sesamanya dalam interaksi sosial dan berbaur dengan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Tali ikatan yang baik dengan Allah akan melahirkan kesalehan individu yang berkualitas tinggi begitupun tali ikatan dengan manusia akan melahirkan kesalehan sosial. Kedua ikatan atau hubungan tersebut harus terjalin dengan baik dengan penuh cinta dan kasih sayang, tentunya ada skala prioritas dalam pelaksanaanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Cinta karena Allah merupakan prioritas yang harus didahulukan dari segalanya karena ini merupakan penyerahan total kepada Ilahi dengan tujuan mengharap ridha Allah swt. semata dan juga berharap kuat supaya dapat merasakan halawatul iman\u00a0-kelezatan dan manisnya iman. Rasulullah saw. telah berjanji kepada siapa saja yang mampu melaksanakan tiga perkara, ia pasti akan mereguk serta merasai lezatnya iman yang dikuatkan dengan kualitas dan kuantitas beramal, sebagaimana sabdanya :<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">\u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0633\u0650 \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u0650 \u0640 \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0640 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e : \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0640 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0640: \u201d \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u062d\u064e\u0644\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064e \u0627\u0652\u0644\u0625\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u060c \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0621\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0650\u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u0647\u0650 \u060c \u0648\u064e\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0630\u0650\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0642\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u060c \u0648\u064e\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0633\u0650\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u201d .\u00a0\u0631\u0648\u0627\u0647 \u0627\u0644\u0628\u062e\u0627\u0631\u064a .<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">(Dari Anas bin Malik ra berkata: Nabi Muhammad saw bersabda:\u00a0\u201cSeseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah; sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya; dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.\u201d\u00a0Imam Al Bukhari.)<\/p>\n<p>Wah! Sungguh berat ternyata demi merasakan kelezatan dan manisnya iman, ada skala prioritas yang harus dijalani meski terasa pahit dan penuh tantangan juga berat konsekuensinya, yaitu:<br \/>\n1. mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah;<br \/>\n2. siap dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya;<br \/>\n3. Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya<br \/>\n<em>Pertama<\/em>, Mencintai makhluk ciptaan Allah swt. merupakan naluri manusia yang wajar dan tidak bisa dibendung begitu saja, asalkan mencintainya tidak melebihi Sang Khaliq ini merupakan syarat mendapatkan kelezatan dan manisnya iman.<br \/>\n<em>Kedua<\/em>, kisah mengharukan demi keimanan. Hasil dari mendidik dengan cinta dan penuh keyakinan kepada Allah swt. terbukti di sebuah keluarga Siti Masitoh, meski dalam pendidikan non formal tapi sangat membekas dalam kehidupan mereka, meski harus meninggal dunia dalam siksaan dan lumuran darah.<br \/>\nHazaqil merupakan suami dari Siti Masyitoh, beliau adalah sosok suami yang tangguh, kepercayaannya Firaun dan pembuat peti (ketika Nabi Musa a.s balita), keluarga ini adalah keluarga sederhana, didikannya bagus dan tahan uji sekalipun nyawa taruhannya tidak gentar asalkan tetap beriman kepada Allah swt.<br \/>\nBerikut kisah inspirasi buat keimanan kita yang mengharukan dari seorang sosok wanita yang siap mempertahankan bentuk penghambaannya kepada Allah di atas segalanya dan siap menghadapi apapun konsekuensinya.\u00a0Konsekuensi seseorang yang ingin merasakan lezatnya iman siap menghadapinya sekalipun harus dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada harus kembali kepada kekufuran tentunya konsekuensi ini tidak sembarangan diucapkan dan dilaksanakan tanpa keimanan yang kuat di dalam hatinya, kisah mulia ini tentunya kisah yang dialami oleh Siti Masyitoh seorang ibu yang shalihah yang banyak orang menyebutnya ibu \u201ctukang sisir\u201d kuat imannya teguh pendiriannya yang siap berkorban demi mempertahankan keimanannya, berikut kisahnya:<\/p>\n<p>Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, \u2018Pada malam aku di Isra\u2019kan, aku mencium aroma yang sangat harum, maka aku pun bertanya, \u201cWahai Jibril, aroma wangi apakah ini?\u2019\u00a0Jibril menjawab, \u2018Ini adalah aroma wanginya Masyithah (tukang sisirnya) putri Fir\u2019aun dan anak-anaknya.\u2019 Aku pun bertanya lagi, \u2018Ada apa dengannya?\u2019\u00a0Jibril menjawab: \u2018Suatu hari, ketika dia sedang menyisir rambutnya putri Fir\u2019aun, tiba-tiba sisirnya terjatuh dari tangannya,\u00a0Kemudian dia mengucapkan: \u2018Bismillah.\u2019 Maka putri Fir\u2019aun bertanya kepadanya: \u2018Apakah yang kamu maksud itu adalah ayahku?\u2019 Dia menjawab: \u2018Tidak, akan tetapi Tuhanku dan Tuhan ayahmu adalah Allah.\u2019 Putri Fir\u2019aun berkata: \u2018Aku akan memberitahukan hal ini kepadanya.\u2019 Masyithah menjawab: \u2018Silahkan.\u2019 Maka putri Fir\u2019aun memberitahukan hal tersebut kepada ayahnya.<br \/>\nLalu Fir\u2019aun pun memanggil tukang sisirnya seraya berkata: \u2018Wahai Fulanah, apa benar engkau memiliki Tuhan selain diriku?\u2019 Dia menjawab: \u2018Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.\u2019 Maka Fir\u2019aun memerintahkan untuk diambilkan bejana besar yang berbentuk patung sapi yang terbuat dari tembaga, lalu bejana itu dibakar, kemudian Fir\u2019aun memerintahkan agar tukang sisir beserta anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya.<br \/>\nTukang sisir itu berkata: \u2018Aku punya satu permintaan kepadamu.\u2019 Fir\u2019aun berkata: \u2018Apa permintaanmu?\u2019 Dia menjawab: \u2018Aku meminta agar engkau mengumpulkan tulang-tulangku dan tulang anak-anakku di dalam satu kain lalu menguburkannya.\u2019 Fir\u2019aun berkata: \u2018Itu hakmu atas kami.\u2019<br \/>\nLalu Fir\u2019aun memerintahkan (kepada para pengawalnya) untuk melemparkan anak-anaknya, maka mereka pun dilemparkan di hadapannya satu persatu, sampai tibalah giliran putranya yang masih menyusu, dan sepertinya dia sangat terpukul karena anaknya tersebut, tapi anak tersebut berkata: \u2018Wahai Ibu, masuklah ke dalam api, sesungguhnya azab dunia lebih ringan daripada azab akhirat.\u2019 Maka\u00a0 dia pun menceburkan dirinya sendiri ke dalam api\u2019.\u201d<br \/>\n<em>Ketiga<\/em> Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya, inilah syarat terakhir untuk mendapatkan kelezatan dan manisnya iman, dua di atas sudah memberikan gambaran penting dalam kehidupan secara nyata di dunia, sekarang yang ketiga ini memerlukan keimanan yang kuat dan hati yang lembut, karena harus mempertaruhkan keyakinan dan membuktikannya bagaimana mencintai Allah dan Rasul-Nya yang secara kasatmata tidak terlihat alias abstrak, ini pun tidaklah mudah untuk meyakini dan mencintai Allah swt. dan Rasul-Nya.<br \/>\nPembuktian iman, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diperkuat dengan ihsan.<br \/>\nIhsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak terbukti melihat-Nya, maka sesungguh-Nya Dia melihatmu.<br \/>\nKelezatan dan manisnya iman akan terasa bila ketiga tersebut dipadukan dengan cantik dalam satu kesatuan yang utuh.\u00a0Bagaimana cinta karena Allah swt. dan hubungannya dengan mendidik, tentunya sangat erat sekali, kita runut dari penjelasan di atas yang pertama adalah cinta kepada makhluk Allah, bukankah keluarga dan peserta didik itu makhluk Allah ? oh jelas keluarga dan peserta didik adalah makhluk Allah, berarti dia harus diperlakukan dengan baik, penuh cinta dan kasih sayang, karena mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak tentunya dalam batas kewajaran tidak melebihi Sang Maha Pencipta dalam cinta dan kasih sayangnya, urutan kedua mempertahankan keimanan dan ketiga cinta Allah dan Rasul-Nya sehingga jelas bingkainya dalam mendidik, inilah hubungan terpenting cinta kepada Allah dan Rasulnya dalam mendidik.<br \/>\nSelanjutnya bahasan yang akan memperkuat yaitu kecintaan yang paling agung dan mulia di dalam kehidupan kita ini adalah kecintaan kita kepada Allah swt. Dimana jika seorang hamba mencintai Allah swt., maka konsekuensi akan muncul yaitu harus siap menjalankan perintah-Nya dan menjauhi bahkan membuangnya jauh-jauh tentang hal yang dilarang oleh yang dicintainya tersebut. Cinta kepada Allah juga mengharuskan membenci segala sesuatu yang dibenci oleh Allah swt.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cinta karena Allah adalah prioritas di atas segalanya Oleh Aep Saefulloh, S.Pd., M.Pd.I Islam merupakan agama paripurna yang mecakup seluruh aspek kehidupan, baik Hablum Minalloh maupun Hablum Minannas.\u00a0Hablum Minalloh merupakan <a href=\"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/2020\/12\/04\/cinta-karena-allah\/\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":1171,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1169","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1169"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1169"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1169\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1218,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1169\/revisions\/1218"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}