{"id":1348,"date":"2021-02-03T17:14:41","date_gmt":"2021-02-03T10:14:41","guid":{"rendered":"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/?p=1348"},"modified":"2021-02-04T07:42:00","modified_gmt":"2021-02-04T00:42:00","slug":"strategi-fast-dalam-menumbuhkembangkan-budaya-riset-berkarakter-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/2021\/02\/03\/strategi-fast-dalam-menumbuhkembangkan-budaya-riset-berkarakter-2\/","title":{"rendered":"Strategi FAST  dalam Menumbuhkembangkan  Budaya Riset Berkarakter (II)"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Foto-Kepsek.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1212\" src=\"http:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Foto-Kepsek-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"521\" height=\"391\" srcset=\"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Foto-Kepsek-300x225.jpg 300w, https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Foto-Kepsek-768x575.jpg 768w, https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Foto-Kepsek-1024x767.jpg 1024w, https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Foto-Kepsek-600x450.jpg 600w, https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Foto-Kepsek-80x60.jpg 80w, https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Foto-Kepsek-200x150.jpg 200w, https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Foto-Kepsek.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 521px) 100vw, 521px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Oleh Jenal Al Purkon, S.Pd., M. Pd.<\/p>\n<p><strong>Bagian II (Selesai)<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tulisan ini merupakan penggalan &#8220;Bab III Pelaksanaan dan Hasil yang Diperoleh&#8221; dari karya ilmiah berjudul &#8220;<\/span><strong>Strategi FAST\u00a0dalam Menumbuhkembangkan\u00a0Budaya Riset Berkarakter<\/strong>&#8221; yang ditulis oleh Kepala SMA Al Muttaqin Tasikmalaya, Drs. Jenal Al Purkon, M. Pd.<\/p>\n<p>Tulisan ini dibuat untuk mengikuti\u00a0<b>Pemilihan\u00a0<\/b><b>Kepala SMA Berprestasi Tingkat Nasional 2017.\u00a0<\/b>Hasilnya, Kepala Sekolah SMA Al Muttaqin menjadi Juara Ketiga pemilihan kepala sekolah tingkat nasional.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Best<em>\u00a0Practice<\/em>\u00a0ini dilaksanakan di SMA Al Muttaqin Fullday School Kota Tasikmalaya, Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 140 Kota Tasikmalaya.\u00a0<\/span>Pelaksnaan\u00a0<em>best practice<\/em>\u00a0selama 2 semester\u00a0 tahun akademik 2015-2016\u00a0 dan 1 semester tahun akademik 2016-2017.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><b>3.5 Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan strategi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berbagai upaya yang kami lakukan dalam mencapai cita-cita menjadi sekolah berprestasi dengan mengedepankan lulusan berakhlakul karimah, memiliki wawasan keislaman yang baik, tidak terlepas dari kendala-kendala yang kami hadapi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kendala kendala tersebut diantaranya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Budaya riset masih diartikan sempit sebatas dalam konteks penelitian semata. Konteks yang dikembangkan adalah, membangun\u00a0 karakter yang bias diperoleh dari budaya riset yakni mampu menemukan masalah, mampu mencari problem solving. Pendekatan masalah yakni dengan sifat nabi. Jujur. Amanah. Tanggungjawab.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biaya untuk kategori penelitian tergolong cukup tinggi, melampaoi yang dianggarkan dalam RAPBS.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keterbatasan personil yang kompeten. Sebagian guru minim pengalaman keorganisasian kampus. Sehingga acapkali sejumlah program lebih cenderung meniru yang ada, ketimbang melakukan inovasi dan mengkreasi dengan program program yang unggul. Budaya riset menuntut adanya kreatvitas dan inovasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keterbasan personalia guru PAI dan wawasan keislaman guru non PAI sebagai penopang utama akselerasi FAST. Bahwa untuk meningkatkan jumlah siswa yang hafal quran, dibutuhkan sejumlah guru yang juga hafidz quran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengujian TKK ACB terkendala keterbatasan waktu, khususnya di semester genap.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kesadaran guru yang masih harus terus dibangun. Atmosfir akademik guru dalam berdialektika tentang sebuah gagasan belum terbangun. Guru umumnya cenderung lebih professional menegrjakan tupoksi apa adanya dari tugas-tugas KBM. Sementara pengembangan program KBM yang perlu inovasi belum atau jarang tersentuh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dua program sekolah asrama pesantren dan regular dari rumah atau kos-kosan, menyebabkan terganggunya konsentrasi pengembangan program asrama pesantren, dan sebaliknya, yang regular banyak mempengaruhi kultur lingkungan asrama pesantren dalam hal seperti gaya hidup.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>3.6 Faktor-faktor Pendukung<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Yayasan Al Muttaqin ownernya merupakan pengusaha daerah yang berskala nasional, dan memberikan kebebasan berekepresi dan berinovasi secara lebih leluasa bagi para pengelola sekolah di lingkungan LPI Al Muttaqin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Komitmen dan dorong LPI Al Muttaqin menjadikan sekolah unggul dalam bidang akademik dan nonakademik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memiliki akreditasi A dengan nilai 99,00<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Terbangunnya jaringan kerjasama dengan berbagai institusi seperti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Peserta didik pada umumnya memiliki motivasi yang besar untuk terus berkembang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Guru-guru yang memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kualitasnya. Guru<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">masih memiliki keinginan untuk meningkatkan kompetensi baik melalui kegiatan pelatihan-pelatihan maupun melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan bidang yang diampunya.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Masyarakat, melaui Komite Sekolah\u00a0 mendukung sekolah untuk terus berkembang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Lingkungan sekolah yang refresentatif, kendati jumlah ruangan masih kurang, khususnya laboratorium IPA, namun mampu dikemas dengan konsep integrasi dan penjadwalan terpadu.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebagian besar\u00a0 siswa tergolong kelompok menengah atas.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>3.7 Alternatif Pengembangan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa yang bisa menjadi alternatif untuk pengembangan sekolah dengan konsep FAST yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Karya keilmuan sebagai program khas terus dikembangkan sebagai model pembelajaran dan pengembangan budaya riset.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengembangan kelas sains tahfidz menjadi\u00a0 sekolah sains tahfidz<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengembangan kurikulum sains melalui pendekatan ayat ayat semesta dalam alquran<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengembangan kurikulum pengembangan diri siswa berbasis akhlakul karimah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memperkuat program TKK ACB dengan mengembangkan sub materi pendalaman wawasan keagamaan yang lebih mendalam berdasarkan ayat ayat pilihan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Guru-guru masih bisa dikembangkan kemampuannya dengan diberikan pelatihan-pelatihan baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Guru-guru di SMA Al Muttaqin masih relatif muda sehingga kemungkinan untuk berkembang masih memungkinkan. Pengembangan kemampuan guru meliputi kemampuan melakukan kegiatan pembelajaran dengan berbagai metode pembelajaran, kemampuan menulis karya tulis ilmiah yang saat ini masih belum optimal bisa dikembangkan dengan dipandu secara bertahap hingga mencapai kemampuan menulis yang baik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengembangan media komunikasi sekolah melalui majalah, web, line, WA.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jaringan alumni diberbagai perguruan tinggi yang mensuport pengembangan program adik kelasnya yang masih SMA.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Jenal Al Purkon, S.Pd., M. Pd. Bagian II (Selesai) Tulisan ini merupakan penggalan &#8220;Bab III Pelaksanaan dan Hasil yang Diperoleh&#8221; dari karya ilmiah berjudul &#8220;Strategi FAST\u00a0dalam Menumbuhkembangkan\u00a0Budaya Riset Berkarakter&#8221; <a href=\"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/2021\/02\/03\/strategi-fast-dalam-menumbuhkembangkan-budaya-riset-berkarakter-2\/\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":1353,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1348"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1348"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1357,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1348\/revisions\/1357"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}