Ujian Tasmi’ Kelas Sains Tahfidz dan Sosial Tahfidz

Tak terasa, kini kelas sains tahfidz hampir meluluskan siswa yang akan melanjutkan estapet pendidikan ke perguruan nggi. Selain pelajaran eksak yang diperkuat, tentu saja penguatan sains dan tahfidz juga harus dingkatkan kembali. Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan demi menunjang kualitas hafalan peserta didik. Inovasi-inovasi baru dikembangkan dan diterapkan. Program-program penunjang juga digulirkan. Semua ini dilakukan tentu saja untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Salah satu program yang baru saja digulirkan pada 22 November lalu adalah, ujian tasmi’ satu juz kelas sains dan sosial tahfidz. Ujian Tasmi’ berar peserta didik menyetorkan 1 juz kepada muhaffidz dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Waktu yang harus dimanfaatkan oleh peserta didik yaitu sehari penuh. Dimulai dari sabtu, 22 November pukul 08.00 dan berakhir pada hari minggu 23 November pukul 07.00 pagi. “Sengaja tempo ujian tahfidz ini dibuat lebih panjang dari pada

biasanya, selain karena faktor jumlah siswa yang semakin banyak, tapi ada faktor lain yang lebih penng yaitu untuk meningkatkan kualitas hafalan peserta didik. Tempo yang lebih panjang akan memberikan banyak waktu bagi peserta didik untuk mempersiapkan hafalannya dengan matang sebelum akhirnya disetorkan kepada muhaffidz.” Selama hampir 24 jam itu, peserta didik terlihat antusias mengiku ujian. Terbuk dari kehadiran mereka yang selalu tepat waktu dari mulai pagi sampai sore hari. Juga semangat menghafal dan menyetorkan hafalannya sampai larut pukul 11 malam. “Mau bagaimana lagi? Namanya juga ujian tasmi’. Kita harus mempersiapkan dan memaksimalkan hafalan kita. Aku sii enjoy aja pas disuruh tasmi’, soalnya kan manfaatnya juga buat kita sendiri.” Papar salah seorang siswa peserta tasmi’ Esensi dari ujian sebenarnya bukan untuk mengejar nilai kumulaf, akan tetapi esensi yang paling mendalam adalah supaya peserta didik mengulang bisa kembali semua pelajaran yang sudah di dapat selama satu semester.

Dalam kasus ini, berar supaya peserta didik memuroja’ah hafalan yang sudah didapatnya selama satu semester kemarin, supaya dak lupa. Hasilnya cukup bagus, dari keseluruhan siswa yang mencapai target keka setoran hafalan, lebih dari 80% berhasil menyelesaikan ujian tasmi’ kemarin. Sisanya, sebanyak 20% siswa melakukan ujian susulan untuk menyelesaikan ujiannya. “Alhamdulillah, ujian tahfidz semester ini lebih baik dari semester sebelumnya, hanya kurang konsumsi :v sarannya, penguji harus lebih memperhakan siswa yang dak tes atau malah ngobrol ‘terus-terusan’ sehingga dak mengganggu siswa lain yang sedang menghafal.” Tidak ada gading yang dak retak. Kekurangan dan kesalahan sudah menjadi bagian dari pada manusia. Tugas kita hanyalah berusaha agar program ini terlaksana dan memberikan dampak besar kepada peserta didik. Kedepannya, ujian tahfidz ini akan terus dipantau dan diperketat demi terwujudnya siswa-siswi yang huffadzul muaqin. Para hafidz Qur’an yang bertaqwa.

Comments are closed.