Kompetisi Sains Al Muttaqin

Kompetisi Sains Al Muttaqin (KSA)

Oleh : Yanti, M.Pd

SMA Al Muttaqin akan menggelar Kompetensi Sains Al Muttaqin (KSA) 2021. Program ini bertujuan mewujudkan visi sekolah berbudaya riset sesuai arahan Kelapa Sekolah Jenal Al Purkon, S.Pd., M. Pd.

KSA merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan SMA Al Muttaiqn untuk menemukan bakat dan minat peserta didik kelas X dan XI dalam mata pelajaran yang dilombakan di Kompetisi Sains Nasional (KSN).

Kompetensi yang dilombakan meliputi Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Komputer, Kebumian, Geografi, dan Ekonomi. Kegiatan rutin ini juga masuk dalam program tahunan OSIS SMA Al Muttaqin.

Dalam pelaksanaannya, panitia khusus yang dibentuk oleh pimpinan sekolah bertugas memfasilitasi dan mengoordinasi OSIS dan guru mata pelajaran.

Seleksi KSA tahun ini dilaksanakan secara daring pada tanggal 16 Januari 2021. Siswa bergabung di zoom dan mengerjakan soal-soal yang sudah diupload di google form yang disediakan panitia.

Sambil mengerjakan soal, siswa juga dituntut untuk tetap mengaktifkan video sebagai media pengawasan jalannya seleksi KSA. Nilai hasil KSA kemudian di share ke masing-masing pembimbing untuk dimusyawarahkan siapa yang berhak masuk tiga besar.

Setelah didapatkan tiga besar untuk masing-masing bidang kompetensi lomba, panitia mengumumkan kepada semua warga kelas. Siswa terpilih dibina oleh guru bidang studi yang sesuai dengan mata lomba dalam KSN dan menggunakan kurikulum dan sumber belajar materi-materi KSN.

selain itu, sebelum dilaksanakan KSA, pihak tim Bina Prestasi SMA Al Muttaqin juga melibatkan alumni dalam proses bimbingan dalam berbagai program penulisan karya ilmiah.

Siswa terpilih pada mata lomba Matematika, Kimia, Biologi, dan Fisika mengikuti pembinaan bersama alumni SMA Al Muttaqin. Alumni yang menjadi pembina tersebut sebagai berikut.

  1. Matematika oleh Adam Eka Sara staf Pengajar Bimbel Kelas Olimpiade
  2. Fisika oleh Daniel Mohamad Tohari mahasiswa Universitas Brawijaya Jurusan Fisika
  3. Kimia oleh Ihsan Budi Rahman Dosen Matematika di UNM
  4. Biologi oleh Amalia  Heryani  mahasiswa Pascasarjana Program Studi Bioteknologi Institut Teknologi Bandung

Top 10 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2021

Sobat Civitas akademia SMA Almuttagin, tahun 2021 lembaga Webometric kembali merilis peringkat terbaik dari 30.000 universitas di 200 negara di dunia. 

Webometric adalah lembaga yang melakukan penelitian tentang kualitas universitas di seluruh dunia. Dapatkan informasi PTN idamanmu dengan mengetahui peringkat universitasnya dalam berbagai skala di laman berikut ini.

Link: Peringkat Universitas Terbaik di Indonesia versi Webometric

Anda juga dapat melihat peringkat dalam skala regional Asia dan negara masing-masing. Daftar tersebut dibuat berdasarkan tiga faktor, yakni impact atau visibility, opennes atau transparency, dan excellence.

Berikut adalah Top 10 universitas terbaik di Indonesia versi Webometric.

1. Universitas Gadjah Mada (UGM)

Peringkat pertama diraih UGM yang berhasil menduduki peringkat 810 universitas terbaik dunia. UGM mendapat skor Impact atau visibility 578, openness atau tranparency: 638, dan Excellence: 1500. 

PTN yang berlokasi di Yogyakarta ini layak mendapatkannya mengingat salah satu alumninya sekarang menjadi orang nomor 1 di Indonesia. Lingkungan belajar yang nyaman membuat Yogyakarta pantas menyandang kota pendidikan. Selain UGM, di Yogyakarta ada Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Veteran Nasional (UVN) Yogyakarta, dan Institut Seni Indonesia (ISI).

2. Institut Pertanian Bogor (IPB)

Urutan kedua diraih IPB yang berada di peringkat ke 1088 peringkat universitas terbaik dunia. IPB meraih skor Impact atau visibility: 679, Openness atau tranparency 698, dan Excellence: 2174.

Bogor menjadi daerah alternatif pendidikan di sekitar Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan pendidikan Indonesia. Bagi Anda yang ingin berkontribusi dalam membangun pertanian, IPB layak untuk dipertimbangkan di jalur masuk PTN 2021.

3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Urutan ketiga setelah IPB diraih ITS yang berada di posisi 1089 universitas terbaik dunia. ITS mendapat skor Impact atau visibility: 930, Openness atau tranparency: 1063, dan Excellence: 1739.

PTN yang berlokasi di Surabaya ini menjadi favorite siswa SMA/SMK/Ma di Indonesia Bagian Timur. Selain ITS, Di Surabaya ada Universitas Airlangga (Unair) yang juga layak dipertimbangkan untuk menjadi PTN impian Anda.

4. Universitas Indonesia (UI)

Sementara itu, UI yang berhasil menduduki peringkat pertama universitas terbaik Indonesia tahun lalu, di tahun 2021 ini turun menjadi peringkat ke-4 dan berada di posisi 1315 ranking dunia. UI mendapat skor Impact atau visibility: 396, Openness atau tranparency: 5954, dan Excellence: 1245.

Selain Bogor, Kota Depok, Jawa Barat, menjadi kota alternatif pendidikan di sekitar Jakarta. Bagi Anda yang mengimpikan kuliah di UI, kawasan pendidikan ini masih nyaman untuk menimba ilmu.

5. Universitas Airlangga (Unair)

Unair berada di ranking kelima universitas terbaik Indonesia versi Webometrics dengan peringkat dunia 1322. Raihan skor Unair dalam Impact atau visibility: 1100, Openness atau tranparency: 971, dan Excellence: 2245.

Surabaya menyertakan 2 PTN di top 10 PTN terbaik. Sobat akademi, mungkin bagi Anda yang ingin kuliah di Surabaya, ITS dan Unair dapat menjadi referensi universitas idamanmu.

Baca juga: Menyoal SNMPTN 2021 

6. Institut Teknologi Bandung (ITB)

Peringkat keenam diduduki oleh ITB. Universitas yang berlokasi di Bandung ini memang selalu menjadi langganan masuk daftar PTN terbaik di Indonesia. Tahun ini ITB menduduki peringkat 1647 dengan raihan skor Impact atau visibility: 839, Openness atau tranparency: 5954, dan Excellence: 1390.

Dari Kota Kembang, hanya ITB yang masuk dalam 10 top universitas terbaik versi webometric. Namun, jika universitas idamanmu ada di Bandung, selain ITB, ada Universitas Padjadjaran (Unpad) yang menduduki peringkat ke-16 dan Universitas Pendidiakan Indonesia (UPI) yang menduduki peringakat ke-12.

7. Universitas Sebelas Maret (UNS)

Universitas yang berada di Solo ini naik posisinya ke peringkat 7 dengan peringkat dunia 1990. Tahun lalu, UNS berada di ranking 10 universitas terbaik Indonesia versi Webometrics. Raihan skor UNS sebagai berikut: Impact atau visibility: 483, Openness atau tranparency: 5954, dan Excellence: 2534.

Solo berkembang menjadi kota alternatif pendidika di Jawa Tengah selain Purwokerto. Nah, Sobat Akademia, sila anda kuatkan tekad untuk kuliah di Sola dengan salah satu ikon universitasnya adalah UNS.

8. Universitas Diponegoro (Undip)

Masih di Jawa Tengah, peringkat universitas Indonesia selanjutnya diraih PTN di Kota Semarang. Tahun 2021 ini, Undip berhasil menduduki ranking 8 PTN terbaik Indonesia. Undip berada diposisi 1994 peringkat dunia dengan raihan skor Impact atau visibility: 613, Openness atau tranparency: 5954, dan Excellence: 2319.

Sobat Akademia, Semarang sebagai Ibu Kota Jawa Tengah dapat dijadikan pertimbangan untuk Anda kuliah. Di sana ada juga Universitas Negeri Semarang (Unnes). 

9. Universitas Jember (UNEJ)

Unej naik ke peringkat 9 setelah tahun lalu berada di ranking 12 universitas terbaik Indonesia. Tahun ini Unej berada di posisi 2053 ranking dunia dengan skor Impact atau visibility: 1427, Openness atau tranparency: 1363, dan Excellence: 3688.

Jawa Timur memiliki daerah alternatif pendidikan yang cukup mendukung untuk belajar. Selain Surabaya, di Jatim ada Jember dan Malang sebagai kota pendidikan alternatif dengan PTN yang juga berkualitas tak kalah baik dengan lainnya.

10. Universitas Brawijaya

Di peringkat 10 universitas terbaik Indonesia versi Webometrics diraih oleh UB. PTN ini menduduki peringkat ke 2099 terbaik dunia dengan skor Impact atau visibility: 771, Openness atau tranparency: 5954, dan Excellence: 2355.

Kota Malang berkembang menjadi kota pendidikan alternatif dengan lingkungan yang sangat mendukung untuk belajar. Nah, Sobat Civitas Akademi SMA Al Muttaqin. Pantau terus info masuk PTN di web http://sma-almuttaqin-tasikmalaya.sch.id

Baca juga: Ling Tips Menjawab Soal SBMPTN

Sumber Referensi https://www.webometrics.info/en/Asia

Memahami versus Merumuskan

Marilah kita mulai dengan dua andaian berikut ini.

Gambar 1

Pada gambar 1 kalimat apa yang akan Anda sematkan di awal untuk membangun sebuah paragraf?

Gambar 2

Sementara pada gambar 2, kalimat apa yang akan Anda sematkan untuk mengakhiri kalimat-kalimat sebelumnya?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan dua kebiasaan berpikir ini. Pada Gambar 1 cara berpikir dimulai dari sebuah tesis yang diikuti argumen-argumen, sementara pada Gambar 2 dimulai dari argumen-argumen yang akhiri dengan tesis. Dua cara berpikir ini menandai penalaran Deduksi dan Induksi. 

Jika hubungannya dengan paragraf, jenis paragraf yang memakai penalaran deduksi disebut paragraf deduktif dan yang memakai penalaran induksi disebut paragraf induktif. Dari sini kita dapat menganggap bahwa sebuah tulisan berbentuk paragraf atau karangan (kumpulan paragraf) adalah hasil berpikir sistematis penulisnya.

Akan halnya pembaca? Bermain dengan gagasan menjadi penting manakala kita masuk dalam sebuah teks. Dalam Gambar 1 pengetahuan kita dibangun dari andaian yang telah ada (tesis) yang kemudian dirinci ke dalam analisis faktual. Peristiwa ini masuk dalam cara berpikir “memahami” suatu data, fakta, atau fenomena. Contohnya, saat seorang dikter memerikan resep untuk pasiennya. Dokter akan memulai cara berpikir dari jenis penyakit dan apa saja obat untuk pasiennya.

Dalam Gambar 2 pengetahuan kita dibangun dari andaian yang belum ada. Kita mencari argumen, yakni data, fakta, atau fenomena untuk sampai pada sebuah andaian yang akan dibuat sebagai pengetahuan (tesis) baru. Contohnya, saat seorang dokter mendiagnosis penyakit pasien. Dari data, fakta, dan fenomena yand ditemukan dalam proses diagnosis, dokter kemudian menentukan penyakit pasiennya. 

Dalam kenyataannya, kedua cara berpikir ini selalu beriringan secara dialektis dalam pemerolehan pengetahuan. kegiatan menulis dan membaca menyertakan kedua cara berpikir ini. Untuk sampai pada “apa yang ingin disampaikan oleh sebuah tulisan”, sebagai pembaca, kita menggunakan cara berpikir “merumuskan”. Sementara untuk dapat “bagaimana menyampaikan kembali sebuah tulisan kepada orang lain”, sebagai pembaca, kita menggunakan cara berpikir “memahami”.

Akhir kata, kesalahan pemerolehan pengetahuan bisa saja terjadi dengan sadar atau taksadar. Bermain gagasan yang diformulasikan dalam pernyataan kalimat, menjadi paragraf, menjadi keutuhan suatu karangan menandai cara berpikir seseorang baik sebagai penulis maupun pembaca. Tentu, kita terlalu gegabah kalau menyimpulkan bahwa Dewi hamil … Hehe. Sebabnya, kita bukan dokter, tetapi pembaca saja.

Jurnal Mengajar

Assalamualaikum Wr. Wb

Pembelajaran tidak hanya sekedar transfer pengetahuan namun ada hal yang lebih penting yaitu kita mendidik peserta didik sebagai generasi muslim unggul, Bertaqwa kepada Allah SWT Berbhakti kepada Orang Tua serta mampu berkontribusi dalam kerangka kemajuan islam bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara dan umumnya dunia

Dalam pelaksanaan pembelajaran haruslah terdokumentasi dengan baik agar bisa melakukan evaluasi pembelajaran secara terukur dan terarah. Untuk itu SMA ALMUTTAQIN mewajibkan kepada seluruh Assatidz dan Assatidzah untuk selalu mengisi Jurnal Mengajar setiap setelah selesai melakukan pembelajaran.

Semoga ikhtiar ini sebagai suatu bentuk untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan di SMA ALMUTTAQIN.

Klik Link Untuk Pengisian Jurnal Mengajar

Wassalamualaikum Wr. Wb

TTD

 

Wakasek SDM

 

Siswa Kelas Sains Tahfidz : Hafal Alquran dan Juara Lomba Sains

Sejak dicanangkan sebagai program unggulan, Kelas Sains Tahfidz SMA Al Muttaqin Fullday School Kota Tasikmalaya, terus beritikad melahirkan lulusan yang memiliki hafalan Al Quran yang baik. Target pencapaian hafalannya dalam pengetesannya bekerjasama dengan FHQ (Forum Hifdzil Quran) sebagai institusi resmi yang digandeng Kemenag dalam test hafalan alquran.

M. Zaki, Koordinator Sains Tahfidz SMA Al Muttaqin mengatakan, lebih dari 50% calon lulusan kelas sains thafidz sudah murojaah dan memiliki hafalan Alquran lebih dari 5 juz.

“Alahmdulillah, meski dalam masa pandemi, murojaah alquran terus berjalan. Akhir semester gasal sudah banyak yang melampaoi target hafalan. Pada saat lulus, tambahan hafalan 1 atau 2 juz maka insya alloh lebih 50% lulusan kelas sains tahfidz tahun ini akan memiliki hafalan al quran lebih dari 5 juz,” kata M Zaki.

M Zaki menjelaskan lebih lanjut, lulusan tahun ini memiliki proyeksi 4 orang bisa memiliki hafalan 7 juz, 10 orang 6 juz, 7 orang 5 juz. Sisanya semua sudah melakukan murojaah 5 juz.

Juara Sains
Kepala SMA Al Muttaqin, Drs. Jenal Al Purkon, M.Pd, mengatakan, sebagai program ungggulan, siswa kelas sains tafidz selain memiliki hafalan alquran, diharapkan mereka memiliki pemahaman sains yang lebih baik.

“Di kelas sains tahfidz ini ada mata pelajaran sains quran. Sehingga mereka memiliki kelebihan menegetahui dan memahami ayat ayat alquran tentang sains”, tandas Jenal.

Selain itu, sambung Jenal, kelebihan siswa kelas sains tahfidz juga mampu menjuarai lomba lomba sains mulai tingkat regional, provinsi, nasional, bahkan internasional.

“Siswa kelas sains tahfidz seperti Ananda, Selma, Zazim mampu menjuaran FIKSI tingkat nasional dan mendapat sertifikat penghargaan dan Mendikbud Nadiem Makarim. Mereka juga mengikuti lomba riset tingkat internasional di Brazil” terang Jenal yang juga sebagai pemenang Lomba Kepala Sekolah Berprestasi tingkat nasional.

Dalam catatan Tim Tahfidz, Ananda Putri Aulia Mulyadi memiliki hafalan juz 1,2,3,28,29,30. Selma Rahmatul Azizah memiliki hafalan Juz 30,29,28,1,2

Selain itu, potensi hafalan alquran kelas sains tahfidz ini juga banyak mendorong sebagai penggerak kegiatan kesiswaan di Al Muttaqin. Ketua OSIS Aif Nanang, memiliki hafalan 5 Juz. Aktif mengikuti sejumlah kegiatan seperti Hazrina Humaira dan Syfa Aulia hafalan juz 30,29,28,1,2.

Penggerak kebahasaan memiliki hafalan 6 juz ada Aasila. Selanjutnya ada Muhammad Hisyam dan M Rafi, dan Asy Syifa Tsaniya Adha sebagai siswa penghafal terbanyak di semester 5 dengan hafalan Juz 30,29,28,27,1,2,3. ***

Khitah Pendidikan SMA Al Muttaqin, Budaya Riset, Pembentukan Karakter, dan Akhlak

Oleh Drs. Jenal Al Purkon, M.Pd.

“Bismillah…
Dalam kondisi apapun pendidikan tidak boleh matisuri, pendidikan harus tetap berjalan demi masa depan bangsa yang gemilang.
Disinilah peran guru dituntut utuk tetap semangat, kreatif dan sabar.
Momentum peringatan hari guru tahun 2020 dengan tema “Bangkitkan semangat wujudkan merdeka belajar” merupakan kesempatan untuk meningkatkan energi baru yang sudah beberapa bulan belajar dalam situasi pandemi covid 19.
Selamat hari Guru tetap semangat demi masa depan bangsa”

(Drs. Jenal Al Purkon, M.Pd., Kepala Sekolah SMA Al Muttawin Tasikmalaya)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari dua tulisan sebelumnya, yaitu “Budaya Riset Berkarakter SMA Al Muttaqin” dan “Tantangan Sekolah Berbasis Riset” yang dimuat di situs ini. Selain itu, ulasan dalam tulisan ini juga mencoba merevitalisasi khitah ‘cita-cita’ pendidikan yang sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945, yakni ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Di saat tantangan budaya yang mengglobal, karakter peserta didik yang cenderung menunjukkan kekerasan baik tindakan nyata maupun simbolik, ulasan atas aplikasi karakter (akhlak) menjadi penting sebagai pelengkap pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlak mulia.

Dari segi bahasa, khuluq (kata dasar dari akhlak) berarti sifat yang senantiasa tampak pada perilaku dan telah menjadi tabiat,hal ini juga sebagaimana dikatakan oleh Profesor. Dr. Amril Mansur, MA, bahwakhuluq dapat juga dikatakan sebagai Akhlak Potensial yang dimiliki oleh manusia sebagai sesuatu yang dianugrahkan Allah SWT kepada manusia untuk segera ditampilkan dalam bentuk prilaku nyata melalui usaha manusia.

Jadi akhlak atau prilaku dalam perspektif etika Islam tidak lain adalah prilaku Akhlak Aktual yang hidup dalam diri seseorang setelah adanya upaya terus menerus menumbuhkembangkan prilaku akhlak potensial yang telah Allah SWT anugrahkan kepadanya, sehingga ia hadir dalam bentuk tindakan-tindakan nyata. Pemaknaan akhlak seperti ini sejalan dengan makna kata akhlak yang memang merupakan plural dari kata khuluq yang berasal dari kata khalaqa yakni kata yang ditujukan pada ciptaan asal dari Tuhan yang sangat sarat dengan muatan daya atau kemampuan dasar yang dapat disempurnakan melalui adanya berbagai upaya nyata manusia kearah lahirnya penyempurnaan-penyempurnaan.

Kata khuluq tercantum dalam surat al-qalam ayat 4 yaitu : “Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar memiliki budi pekerti yang agung” (QS al-Qalam: 68 : 4).
Menurut istilah, ia mengandung dua makna, salah satunya lebih umum dari yang lain, yaitu:
Sifat yang tertanam dengan kokoh dalam setiap jiwa, baik yang terpuji maupun tercela. Dengan kata lain, akhlak adalah gambaran batin yang telah ditabiatkan kepada manusia.
Sifat yang berwujud sikap berpegang teguh kepada hukum-hukum dan adab-adab syariat, baik berupa perintah yang harus dikerjakan atau larangan yang harus ditinggalkan, atau dengan kata lain bahwa jenis kedua ini dapat dihasilkan dengan usaha dan latihan yang diupayakan oleh manusia.

Akhlak mulia merupakan salah satu asas terpenting dalam ajaran Islam untuk membina pribadi dan memperbaiki masyarakat. Keselamatan masyarakat, kekuatan, kemuliaan, dan kewibawaan pribadi-pribadinya sangat bergantung kepada sejauh mana mereka berpegang dengan akhlak mulia tersebut. Dan masyarakat akan hancur dan rusak tatkala mereka meninggalkan dan menjauhkan akhlak yang terpuji. Dari apa yang telah dijelaskan di atas bahwa akhlak itu sebenarnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu ;
Akhlak Potensial yang merupakan akhlak yang telah dianugrahkan oleh Allah SWT kepada manusia tergantung kepada manusia itu sendiri untuk mengembangkannya kearah yang baik atau yang buruk. Atau dengan kata lain yang telah tertanam dalam jiwa seseorang.

Akhlak Aktual adalah aplikasi dari akhlak potensial yang telah ada pada diri manusia atau prilaku manusia dalam tindakan nyata dalam kahidupan sehari-hari. Karena adanya usaha-usaha yang telah dilakukan oleh manusia. Jadi dengan kata lain Akhlak aktual telah ada sebagai anugrah dari Allah SWT lalu tergantung manusia untuk mengembangkannya melalui berbagai upaya untuk menampilkan yang seseuai dengan etika Islam.

Akhirnya, di hari yang bermakna untuk pendidikan ini, Hari Guru yang selalu diperingati pada tanggal 25 November, kita berharap semua komponen yang terlibat dalam pembangunan pendidikan dapat kembali merevitalisasi khitah pendidikan yang cerdas secara akal dan mulia secara akhlak. Selamat Hari Guru.

SMA Almuttaqin Juara II Nasional Lomba Esai UNY

SMA Almuttaqin Tasikmalaya (16/11)  meraih juara II Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional yang digelar Jusuran Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada . Lomba esai kali ini bertema Pencegahan Hoax di Abad XXI.

Pada babak 1 (6/11) diadakan penyisihan yang diikuti ratusan SMA/SMK se-Indonesia. Peserta mengerjakan 50 soal dengan tes daring. Tim SMA Almuttaqin yang diwakili Umi Latifah Musfiroh (12 IPS 1), Jasmin Kamiliya Raudha (11 IPS 1), dan Mufti Sunan Alfarabi (11 IPS 2) menempati peringkat I dengan point 735 dari total poin 750.

Babak semifinal diikuti oleh 19 tim. Dalam Babak ini setiap peserta diwajibkan membuat esai bertema Pencegahan Hoaz di Abad XXI. Tim SMA Almuttaqin mendapat point 79 dari total poin 100 dan melaju ke babak final yang menyisakan 10 tim.

Dalam babak final, kesepeluh tim mempresentasikan esai yang telah dibuat. Hasilnya, tim SMA Almuttaqin menduduki juara II dengan total point 548,4. Sementara juara I diraih MAN 1 Blitar dan juara III SMAN 1 Depok. selain mendapat predikat juara II, tim juga meraih predikat sebagai Best Score dengan total point 488,4.

Menurut Fitri Nur Millah, S.Pd., selaku pembina tim, kegiatan ini dilakukan untuk memotivasi peserta didik SMA Almuttaqin dalam berkompetensi dan berkompetisi dalam keilmuan. Sementara Kepala Sekolah  Jenal Al Purqon, S.Pd., M.Pd. mengharapkan bahwa berbagai lomba yang diikuti oleh sekolah adalah misi sekolah untuk mencapai visi SMA Almuttaqin Tasikmalaya sebagai Sekolah Para Juara.  (NZ)

 

JEJAK DIGITAL MEDIA SOSIAL

JEJAK DIGITAL MEDIA SOSIAL

Oleh Nizar Machyuzaar

Media sosial ‘social media’ menjadi istilah yang populer dalam beberapa tahun ini. Setidaknya, semenjak tahun 2008 pencarian istilah social media terindeks tinggi di mesin pencari informasi Google. Selain itu, di tahun 2012 istilah media sosial sebagai frasa serapan dalam bahasa Indonesia mulai populer dicari warganet di berbagai aplikasi pencari informasi internet.

Istilah media sosial dapat dibatasi sebagai situs web dan sarana komunikasi daring lainnya yang digunakan oleh sekelompok besar orang untuk berbagi informasi dan mengembangkan kontak sosial dan profesional. Frasa nomina ini masuk dalam istilah teknologi digital yang memungkinkan pengguna tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga berpartisipasi membuat, mengomentari, dan menyebarkan beragam konten dalam berbagai format, seperti teks, gambar, audio, dan video.

Untuk mengenal berbagai jenis media sosial, kita dapat membaginya dari desain penggunaannya, yakni layanan blog (jurnal pribadi) seperti WordPress dan Blogger, layanan mikroblog (jurnal pribadi versi ringkas) seperti Tweeter, layanan jejaring sosial ‘social networking’ seperti Facebook, layanan berbagi media ‘media sharing’ seperti Youtube dan instagram, layanan forum diskusi (tematik) seperti kaskus, dan layanan kolaborasi konten seperti Wikipedia.

Masyarakat Indonesia dikenal sebagai pengguna media sosial yang banyak dan aktif. Bahkan, boleh jadi sebagai warganet, masyarakat Indonesia memiliki akun di beberapa flatform media sosial. Tentu, hal ini membutuhkan kecakapan dalam bermedia (literasi digital), selain literasi dasar membaca dan menulis, literasi menghitung (numerasi), literasi sain, literasi finasial, dan literasi budaya dan kewargaan.

Sebabnya, media sosial efektif memengaruhi cita, rasa, dan karsa netizen dalam mengambil keputusan untuk bertindak. Banyak kasus gegara konten media terjadi. Netizen diuntungkan, dirugikan, bahkan dikriminalkan. Kita tidak ingin sampai pada adagium, “Jejak digital itu kejam, Jenderal!” (NZ)

Zoom Disulap Jadi Ruang Ujian, Ada Pengawasan Virtual dalam PAS SMA Al Muttaqin

Zoom Disulap Jadi Ruang Ujian
Ada Pengawasan Virtual dalam PAS SMA Al Muttaqin

Inin Kadar Solihin, S.S. , Wakil Kepala Kurikulum SMA Almuttaqin Tasikmalaya
Kendati siswa berada dirumah, namun pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester)/ ujian semester secara online, tetap ada pengawasan. Siswa tak bisa asal asalan dalam mengikuti PAS dengan penampilan seadanya, apalagi membuka aplikasi lain di internet. Caranya memanfaatkan zoom education sebagai ruang ujian dengan media chattnya sebagai link komunikasi soal.

Menurut Wakasek Kurikulum SMA Al Muttaqin, In In Kadarsolihin, S.S., pemanfaatan media zoom sebagai ruang ujian karena selama masa pandemi ini, guru guru SMA Al Muttaqin dalam melakasanakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), sebagian besar memilih pemodelan PJJ syncronous online. Konsep Live teaching menggunakan zoom atau g-meet menjadi budaya baru dalam KBM.

“Guru setiap jam KBM selalu menyampaikan materi secara langsung, baik menggunakan share screen ppt, word, aplikasi liveboard, ataupun secara manual sorot kamera papan tulis. Pada model KBM seperti ini guru bisa menyapa langsung siswa, melihat wajah langsung siswa, sehingga KBM bisa berlangsung interaktif kendati KBM tidak berada pada satu tempat”, kata Solihin.

Oleh karena itu, tambah Solihin, pemodelan KBM live teaching ini, diturunkan kedalam pelaksanaan ujian dengan pemodelan pengawasan virtual. “Bagaiamana caranya agar siswa ketika ujian bisa terpantau gerak geriknya, aktivitas keseriusan ujiannya, hingga pemantauan dari segi keseriusan dalam memakai seragam sekolah, meski berada dirumah, tetap terpantau. Cara praktisnya memanfaatkan zoom sebagai ruang ujian. Ketika ujian berlangsung kamera siswa tetap on. Dari menu chatt ditampilkan link ujian. Pada aplikasi ujian itu sendiri menggunakan fasilitas ad on yang bisa merekam aktivitas siswa, mulai dari record waktu klik awal mengerjakan, hingga record jika membuka aplikasi lain” jelas Solihin.

Namun, lanjut Solihin, ada perebedaan teknis siswa yang mengguanak PC/Laptop sebagai media ujian dengan yang menggunakan HP. Jika di laptop/PC, siswa dengan kamera on, tanpa perlu tambahan teknis lainnya, sistem bisa mini mize, kamera tetap jalan, program ujian juga jalan. Namun jika di HP harus menggunakan bilah layar. Layar bagian atas untuk tetap on kamera, layar bilah bawah untuk mengerjakan ujian.

“Alhamdulillah, optimalisasi zoom sebagai ruang ujian bagi semua kelas itu, sudah kami uji coba dalam program unggulan try out ujian tulis masuk perguruan tinggi bagi kelas 10-11. Hasilnya, tak ada kendala teknis berarti. Hanya ada 2 atau 3 siswa perkelas yang menggunakan HP kesulitan karena model HP nya harus dwonload dulu bilah status,” papar Solihin.

Ketua Pokja PAS Gasal 2020, Prana Jomantara, S.Pd. mengatakan teknis lainnya dalam pemanfaatan zoom sebagai ruang ujian, adalah kesiapan perangkat admin ujian itu sendiri. Yakni penyediaan 21 alamat khusus dari zoom sebagai ruang ujian dan perangkat PC yang akan dipakai sebagai admin.

“Alahmadulillah Pokja telah menyediakan link zoom mandiri sebanyak 21 sebagai ruang ujian. Ini artinya, ada 21 guru sebagai pengawas virtual dalam setiap satu sesi ujian berlangsung. Guru yang ditugaskan mengawas berperan juga sebagai host. Jalannya rua ujian seperti ad meet peserta, share konten soal menjadi tanggunjwab pengawas. Sementara unruk meudahkan pemantauan sistem, tiap jenjang kelas akan ada koordiantor sebagai proktornya,” kata Prana.
Enam Rambu Rambu PAS
PAS untuk semester gasal itu sendiri akan dilakanakan mulai Senin 30 November sampai Rabu 9 Desember 2020. PAS semester ini, merupakan kali yang kedua dilaksanakan secara online murni beda tempat antara sekolah sebagai penyelenggara dan siswa sebagai peserta. Jika semester sebelumnya merupakan ujian semester mengujikan materi hasil PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dengan PJJ, maka pada PAS kali ini, mengujikan materi semua hasil PJJ.

“Materi yang diujikan semua hasil PJJ, baik syncronous online, maupun asyncronous online. KD yang ujikannya merupakan adaptasi dari Kurikulum Darurat/Kondisi Khusus masa pandemi. Sehingga jumlah soal yang diujikanpun berbeda dari kondisi normal. Namun secara substansi evaluasi tetap sama,” jelas Solihin yang pernah menjadi juara 2 lomba guru berprestasi SMA tingkat Kota Tasikmalaya.

Sedikitnya, tegas Solihin, ada enam rambu yang harus difahami oleh siswa agar bisa melaksanakan PAS secara optimal.

1.  Menggunakan media Zoom sebagai ruang ujian.

Siswa memastikan diri tidak ada kendala teknis dengan instalan aplikasi zoom di PC/Laptop atau gadgetnya.

2. Kamera selalu on. Memakai bilah status HP. Pakai PC/Laptop lebih ok.
Selama ujian, siswa harus mengaktifkan kamera. Kamera selalu dalam posisi on. Jika menggunakan HP, dan kebetulan HP nya tupe lama, maka ssiswa bersangkutan harus menginstal terlebih dahulu program bilah status di play store. Menguji cobanya, sehingga memastikan diri kamera zoom bisa on, dan aplikasi lainnya bisa dipakai. Uji coba bisa dilakukan selama KBM akhir semester.
3. Waktu ujian serempak dengan mapel sama satu angkatan
Seperti halnya ujian di era normal, PAS sesuai dengan kesepakatan MKKS tidak menggunakan pola PJJ murni dalam evaluasi KBM. Namun memilih penggunakan waktu yang serempak ujian. Sehingga siswa harus tahu betul jadwal ujiannya. Tidak telat masuk ke ruang zoom. Sebab jika telat akan ketinggalan link soal yang dibagikan melalui chatt zoom.
4, Memakai seragam. Rambut Tidak Gondrong. Jilbab Syar’i.
Suasana sekolah dihidupkan dari rumah masing-masing. Siswa wajib menggunakan seragam sekolah yang ditentukan selama ujian. Rambut sesuai aturan disiplin sekolah, tidak gondrong. Khusus akhwat diingatkan selama ujian menggunakan jlbab syar’i.

5. Tidak ada jadwal remedial khusus. Yang ada susulan. Nilai harus ok.
Salah satu rambu yang harus diperhatikan sekali siswa adalah tidak ada remedial khusus. Pokja hanya menyediakan waktu untuk susulan. Oleh karean itu untuk memaksimalkan nilai siswa, maka peran wali kelas teramat penting bekolaburasi dengan guru bidang studi dan juga orang tua. Siswa harus proaktif ke guru mengawal tugas yang belum masuk/nilai kurang. Sementara wali kelas harus emlakukan home visi jika ada laporan iswa kurang progres dalam PJJ.

6. Masuk ke dalam system e raport. Rencana dibagikan langsung di sekolah.
Hasil PAS akan dimasukan ke dalam e raport kemdikbud sebagai laporan hasil evaluasi semesteran. Sehingga hasilnya permanen hingga genap 5 semester sebagai salah satu kriteria mengikuti SNMPTN.
Agar komunikasi lebih konstruktif dalam pembagian raport sebagai bahan evaluasi PJJ dengan orang tua, maka dengan prokol kesehatan yang ketat, diproyeksikan pembagian raport secara langsung. Siswa dan orang tua di undang ke sekolah selalu bergiliran pada 18-19 Desember 2020 dengan prokol kesehatan yang ketat.

*** AMQ02